Akses.co.id — UNGARAN – Ribuan penari dari 48 sanggar di Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga unjuk kebolehan dalam pagelaran “Kabupaten Semarang Menari World Dance Day 2026”. Acara yang berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (25-26 April 2026), ini digelar di Monumen Palagan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Para penari menampilkan berbagai koreografi dengan dukungan tata lampu yang diatur sedemikian rupa untuk menunjang penampilan maksimal mereka. Selain itu, momen ini juga dimanfaatkan untuk memberikan penghargaan lifetime achievement award kepada sejumlah tokoh yang dinilai telah mendedikasikan hidupnya untuk pelestarian kebudayaan Kabupaten Semarang.
Penerima penghargaan tersebut antara lain M.M. Sri Prinsina (Pembina seni tari Ambarawa), Sugiyati (Maestro Tari Keprajuritan Kabupaten Semarang), Dr. Jimin Budiyono, S.Sn., M.Sn. (Pelukis Tengaran), dan R.S. Soeprapto.
Dukungan Pelestarian Budaya dan Fasilitasi Seniman
Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bondan Marutohening, menegaskan komitmennya untuk mendukung pelestarian kebudayaan tradisional, termasuk seni tari. Ia menekankan pentingnya generasi penerus untuk terus melestarikan dan melahirkan karya seni tari yang luar biasa.
“Dari gerakan ini, yang mengambil tema Sang Penari, harus bisa melestarikan dan melahirkan generasi penerus yang menghadirkan karya yang luar biasa,” ujar Bondan, Sabtu (25/4/2026) malam.
Lebih lanjut, Bondan mengungkapkan kesiapannya untuk memperjuangkan kebutuhan para pelaku seni budaya. Ia berpendapat bahwa kreativitas seniman harus terus didorong, diapresiasi, dan difasilitasi.
“Memang harus didorong agar bisa terus menampilkan kreativitas, ini harus diapresiasi dan difasilitasi, termasuk di seni tari,” kata Bondan.
Ajang Kreativitas dan Apresiasi Seniman Tari
Ketua Lembaga Kesenian Kabupaten Semarang, Romo Pujiyanto, menjelaskan bahwa “Kabupaten Semarang Menari World Dance Day 2026” merupakan platform bagi seniman tari untuk mengekspresikan kreativitas mereka.
Ia menambahkan bahwa pendaftaran sanggar dilakukan secara daring dan terbuka untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi seniman yang belum terakomodir.
“Kita tidak membatasi karena banyak seniman tari yang belum terakomodir untuk menampilkan kebolehannya, sehingga kemarin untuk pendaftaran dilakukan secara online dan terbuka,” jelas Romo Puji.
Menurutnya, acara ini menjadi kesempatan berharga bagi sanggar dan penari yang jarang mendapat panggung untuk tampil. Hal ini diharapkan dapat menjaga semangat para penari yang telah berlatih dengan giat.
Romo Puji juga mengungkapkan bahwa di Kabupaten Semarang terdapat sekitar 4.600 kelompok kesenian. Ia berharap dengan dukungan pemerintah, termasuk kesempatan tampil di berbagai acara, kelompok kesenian dapat terus eksis dan menghidupi kearifan lokal daerah.
Pemerintah Kabupaten Semarang sendiri memberikan bantuan dana hibah sebesar Rp 5 juta per kelompok kesenian yang diberikan secara bergilir.
“Harapan kami meski para pelaku kesenian belum sejahtera, setidaknya karya-karya mereka dimuliakan,” tutup Romo Puji.
Ikuti Akses.co.id
