Akses.co.id — Pemadaman lampu serentak dalam rangka Hari Bumi 2026 di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta, mengejutkan sejumlah warga. Kawasan yang biasanya identik dengan gemerlap lampu gedung pencakar langit itu mendadak redup, menciptakan pemandangan yang tak biasa.
Anang (30), seorang pedagang di dekat pintu masuk MRT Istora Mandiri, mengaku baru menyadari adanya kegiatan pemadaman tersebut. Ia sempat mengira ada gangguan listrik karena tidak terbiasa melihat SCBD tiba-tiba gelap.
“Kayaknya baru ini deh makanya enggak biasa lihat tiba-tiba pada mati gedungnya,” kata Anang kepada Kompas.com di lokasi, Sabtu.
Anang baru mengetahui agenda pemadaman lampu serentak ini berkaitan dengan Hari Bumi.
“Daritadi ini, saya baru tahu kalau ada Hari Bumi itu. Kirain ada kejadian, soalnya enggak pernah gelap di sini,” ujarnya.
Ghiffari (24), yang juga berada di sekitar SCBD, merasakan hal serupa. Ia kaget lampu gedung dan lampu jalan di Jalan Sudirman ikut dipadamkan.
“Sebenarnya tahu sih ada Hari Bumi tapi karena enggak biasa aja. Sebetulnya aneh karena termasuk jalan protokol. SCBD kan biasanya terang,” tuturnya.
Ghiffari berpendapat bahwa upaya penghematan energi seperti ini perlu dirancang dengan pendekatan yang lebih berkelanjutan agar dampaknya lebih signifikan.
“Menurutku harus ada cara yang lebih pasti dan berkelanjutan kalau ingin melakukan penghematan energi,” kata dia.
Fani (25), warga lainnya, baru pertama kali menyaksikan penerapan pemadaman lampu di pusat bisnis seperti SCBD. Ia menilai aksi tersebut merupakan langkah positif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penghematan energi.
“Aku tahu Earth Hour udah dari sekolah. Tapi baru kali ini lihat penerapannya di SCBD,” kata Fani.
Menurutnya, kegiatan semacam ini sebaiknya dilakukan lebih rutin agar masyarakat semakin terbiasa dengan upaya penghematan energi.
“Bagus sih sekali-sekali diistirahatkan begini. Tapi jangan cuma sekali setahun,” ujarnya.
Kawasan Protokol Ikut Redup
Sebelumnya, Jalan Jenderal Sudirman memang menjadi salah satu titik lokasi pemadaman lampu serentak dalam rangka Hari Bumi 2026. Berdasarkan pantauan, lampu jalan dan sebagian penerangan dari Patung Pemuda hingga Bundaran Hotel Indonesia (HI) dipadamkan selama satu jam, yakni dari pukul 20.30 hingga 21.30 WIB.
Kondisi ini membuat Patung Jenderal Sudirman tampak lebih redup karena minimnya pencahayaan di sekitarnya. Bundaran HI pun hanya diterangi sebagian kecil lampu.
Meskipun demikian, beberapa gedung tinggi masih terlihat menyalakan lampu di beberapa lantainya. Papan reklame dan lampu kendaraan juga masih berkontribusi dalam penerangan di kawasan tersebut.
Salah satu titik yang paling terasa gelap berada di bawah Simpang Semanggi, terutama di jalur kendaraan roda dua.
Ikuti Akses.co.id
