Regional

Warga Sumberlangsep Lumajang Iuran Mandiri Perbaiki Tanggul Jebol Akibat Banjir Lahar Semeru

Advertisement

LUMAJANG, KOMPAS.com – Ratusan kepala keluarga di Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terpaksa menggalang dana swadaya untuk memperbaiki tanggul yang jebol akibat banjir lahar hujan Gunung Semeru. Upaya perbaikan mandiri ini dilakukan karena belum adanya bantuan dari pemerintah.

Sebanyak 140 kepala keluarga di dusun tersebut masing-masing diminta menyumbang Rp 100.000 untuk keperluan perbaikan. Toni, salah seorang warga, mengungkapkan bahwa seluruh proses perbaikan tanggul sepenuhnya ditanggung oleh swadaya masyarakat.

“Sudah tidak ada bantuan dari pemerintah untuk perbaikan tanggul jebol di sini,” kata Toni di Lumajang, Kamis (23/4/2026).

Alat berat yang disewa untuk perbaikan hanya satu unit, dengan biaya sewa mencapai Rp 450.000 per jam. Keterbatasan anggaran menjadi kendala utama, membuat warga tidak bisa menyewa alat berat setiap hari. Toni mengakui, pengumpulan iuran kerap menemui kesulitan karena sebagian warga tidak memiliki pekerjaan tetap.

“Kadang tidak enak menarik iuran ke warga, soalnya banyak yang jarang bekerja,” ujarnya.

Dalam sehari, warga belum tentu bisa menyewa alat berat karena harus menunggu dana terkumpul. Jika dana mencukupi, alat berat biasanya langsung dioperasikan dalam waktu yang cukup lama. “Kalau ada dana, baru kita sewa. Sekali sewa bisa langsung beroperasi sampai 14 jam,” tambah Toni.

Advertisement

Ancaman banjir lahar hujan Gunung Semeru masih menghantui warga setiap hari, mengingat curah hujan yang masih tinggi di sekitar lereng gunung. Apabila banjir lahar terjadi dengan intensitas besar dan tanggul belum diperbaiki, permukiman warga terancam tertimbun material lahar.

Santo, warga setempat lainnya, senada dengan Toni. Ia menyebut bahwa perbaikan tanggul menjadi kebutuhan mendesak. Banjir lahar hujan dari Gunung Semeru kerap terjadi dan berulang kali merusak tanggul, bahkan air seringkali meluap hingga masuk ke permukiman warga.

“Kalau tidak segera diperbaiki, sangat mengkhawatirkan. Lahar hujan Semeru sering datang dan bisa masuk ke rumah warga,” ujar Santo.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Yudhi Cahyono, menyatakan bahwa pihaknya masih berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Sumberdaya Air (PUSDA) Jawa Timur untuk proses perbaikan tanggul yang rusak.

“Di sana adalah kawasan zona merah, masyarakat kami imbau untuk mau direlokasi ke tempat yang lebih aman,” kata Yudhi.

Advertisement