— AMBON, KOMPAS.com — Aktivitas transportasi darat di Maluku lumpuh selama beberapa jam pada Sabtu (25/4/2026) akibat blokade yang dilakukan warga Desa Seriholo, Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat. Jalan Trans Seram ditutup total oleh warga sebagai bentuk protes atas penebangan pohon cengkih milik mereka oleh orang tak dikenal.

Yohanis, salah seorang warga, menyatakan kemarahan warga dipicu oleh aksi penebangan pohon cengkih yang telah berulang kali terjadi. “Warga di sini marah karena pohon cengkih milik mereka ditebang orang tak dikenal,” ujarnya saat dihubungi dari Ambon.

Aksi blokade dilakukan dengan menebang pohon dan menutup badan jalan, menyebabkan kemacetan panjang. Sejumlah kendaraan terpaksa tertahan, sementara sebagian lainnya memilih untuk memutar balik. Warga menuntut aparat kepolisian segera mengusut tuntas kasus ini dan menangkap pelaku penebangan.

“Ini bukan kejadian pertama, sudah berulang kali. Kami minta polisi menangkap pelakunya,” tegas Yohanis.

Negosiasi dan Pembukaan Blokade

Kapolres Seram Bagian Barat AKBP Andi Zulkifli mengonfirmasi bahwa blokade jalan berhasil dibuka setelah adanya negosiasi antara aparat kepolisian, TNI, dan perwakilan warga. “Saat ini blokade jalan sudah dibuka, transportasi sudah normal kembali,” ujar Andi saat dikonfirmasi.

Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku di balik penebangan pohon cengkih tersebut. “Ada yang tebang pohon cengkih warga sehingga mereka palang jalan. Pelakunya masih diselidiki,” kata Andi.

Peristiwa serupa pernah terjadi pada September 2025, di mana warga juga melakukan blokade jalan akibat penebangan pohon cengkih dan pala milik mereka oleh pihak yang tidak dikenal.