Akses.co.id — SEMARANG, KOMPAS.com – Inisiatif unik diluncurkan Pemerintah Kota Semarang untuk mendorong kesadaran lingkungan sekaligus melestarikan kuliner khasnya. Warga kini dapat menukarkan botol plastik bekas dengan lumpia melalui program bertajuk “Tukar Botol Dapat Lumpia”. Program ini tidak hanya bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya daur ulang, tetapi juga menargetkan pemecahan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyatakan bahwa program ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam membangun budaya ramah lingkungan. Lebih dari itu, inisiatif ini juga diharapkan dapat memperkuat identitas Semarang sebagai kota dengan warisan kuliner legendaris.
“Melalui program ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah. Botol bekas yang sering dianggap tidak bernilai, kini bisa ditukar menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ujar Agustina dalam keterangannya, Jumat (24/4/2026).
Mekanisme “Tukar Botol Dapat Lumpia”
Program “Tukar Botol Dapat Lumpia” akan dilaksanakan dalam dua tahapan krusial. Tahap pertama adalah pengumpulan dan penukaran botol bekas. Masyarakat dapat membawa botol-botol plastik mereka ke bank sampah terdekat pada periode 26 hingga 30 April 2026.
Setiap botol bekas yang ditukarkan akan diganjar dengan voucer lumpia gratis. Setelah mengumpulkan voucer, warga dapat menukarkannya pada tahap kedua. Penukaran voucer menjadi lumpia dijadwalkan pada tanggal 3 Mei 2026, mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB, bertempat di Lapangan Pancasila Simpang Lima.
Dalam kegiatan puncak ini, sebanyak 5.000 porsi lumpia siap dibagikan kepada masyarakat. Pemerintah Kota Semarang berambisi untuk mencatatkan Rekor MURI sebagai penyelenggara pembagian lumpia terbanyak yang didasari oleh gerakan peduli lingkungan.
Kegiatan ini juga merupakan bagian dari kampanye besar untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah berkelanjutan. Diharapkan, inisiatif ini dapat semakin memperkuat citra Kota Semarang sebagai kota yang inovatif, peduli lingkungan, dan kaya akan tradisi kuliner.
“Ini juga menjadi momentum kebersamaan warga di dalam merayakan HUT ke-479 Kota Semarang sekaligus memperkuat identitas Kota Semarang sebagai kota kreatif dan peduli lingkungan,” pungkas Agustina.
Ikuti Akses.co.id
