— SUMENEP, KOMPAS.com – Aksi bocah tujuh tahun, Moh. Zainul Alif, mandi lumpur di tengah jalan rusak di Desa Gelaman, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menjadi sorotan publik. Tindakan ini dilakukan sebagai bentuk protes atas kondisi infrastruktur yang tak kunjung diperbaiki selama bertahun-tahun.

Video berdurasi 27 detik yang memperlihatkan Zainul, akrab disapa Zain, berbaring di kubangan lumpur di tengah jalan sambil tersenyum ke arah kamera, direkam oleh Sulaiman (25) pada Sabtu (28/3/2026). Bersamaan dengan aksi bocah tersebut, warga setempat juga menancapkan batang pohon di tengah jalan sebagai penanda kerusakan yang semakin parah.

Kondisi Jalan yang Memprihatinkan

Junul (46), salah seorang warga Desa Gelaman, menjelaskan bahwa jalan yang rusak ini merupakan akses utama berstatus jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Pajanangger dengan Kecamatan Arjasa. Panjang ruas jalan yang mengalami kerusakan parah ini mencapai sekitar 18 kilometer.

“Video itu direkam di Desa Gelaman, wilayah yang paling parah di Kecamatan Arjasa,” ujar Junul kepada Kompas.com, Minggu (26/4/2026). Ia menambahkan bahwa perbaikan terakhir yang dilakukan hanya bersifat tambal sulam dan itu pun sudah sekitar 10 tahun lalu.

“Perbaikan terakhir hanya tambal sulam, itu pun sekitar 10 tahun lalu. Setelah itu tidak ada lagi perbaikan,” tegasnya.

Kondisi jalan tersebut, menurut Junul, semakin menyulitkan mobilitas warga saat musim hujan. Jalanan berubah menjadi kubangan lumpur yang dalam. Sementara itu, saat musim kemarau, jalan tetap dalam kondisi rusak dengan permukaan yang berbatu dan berlubang.

“Kalau musim hujan sangat sulit diakses karena berlumpur. Kalau kemarau, jalannya berbatu dan berlubang,” ungkap Junul.

Selain kerusakan fisik, jalan sepanjang 18 kilometer tersebut juga tidak dilengkapi dengan penerangan jalan. Warga yang melintas pada malam hari terpaksa mengandalkan lampu kendaraan mereka.

Harapan Warga Belum Terjawab

Hingga berita ini diturunkan, video aksi protes bocah tujuh tahun tersebut telah tersebar luas di berbagai platform media sosial. Namun, belum ada respons resmi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Sumenep, maupun pihak terkait di tingkat kecamatan dan desa.

“Warga berharap segera memperbaiki jalan, karena menjadi akses utama aktivitas sehari-hari masyarakat di Pulau Kangean,” kata Junul, mewakili keresahan warga.