— SURABAYA, KOMPAS.com – Puluhan warga Perumahan Pondok Nirwana, Surabaya, mendatangi Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, untuk menyampaikan keluhan terkait operasional tempat hiburan malam Casbar di Jalan Ir. Soekarno (MERR). Warga mendesak penutupan Casbar karena dianggap mengganggu ketertiban umum dan norma sosial di lingkungan mereka.

Ketua RW 06 Kedung Baruk, Marhadi B, mengungkapkan bahwa suara musik yang berasal dari Casbar terdengar sangat kencang hingga ke dalam rumah warga. Kondisi ini diperburuk dengan jam operasional yang berlangsung dari pukul 22.00 hingga 03.00 WIB, yang dinilai sangat mengganggu waktu istirahat.

“Dia izinnya bar, tapi juga main musik diskotik, ada minuman keras. Kami keberatan dan minta ditutup. Saya sendiri melihat saat sidak beberapa kali, suara musiknya mengganggu sampai rumah warga,” ujar Marhadi, Jumat (24/4/2026).

Dampak Sosial dan Keberadaan Pemandu Lagu

Selain kebisingan, warga juga menyuarakan kekhawatiran mengenai dampak sosial dari aktivitas Casbar, terutama terhadap generasi muda di sekitar perumahan. Marhadi menyebutkan bahwa saat warga melakukan aksi demonstrasi dan inspeksi mendadak, mereka menemukan banyak wanita yang diduga bekerja sebagai pemandu lagu (purel) dengan pakaian seksi.

“Setiap malam banyak perempuan pakai baju seksi dijemput seperti ada bodyguard. Sewaktu kami sidak, memang betul wanita itu sedang duduk di pangkuan tamu di sana. Ini yang kami khawatirkan dampak sosialnya,” jelasnya.

Pelanggaran Perjanjian yang Berulang

Warga merasa kecewa karena manajemen Casbar dianggap tidak memenuhi kesepakatan. Pada 22 Desember 2025, telah terjalin perjanjian tertulis mengenai pembatasan jam operasional demi kenyamanan warga. Namun, perjanjian tersebut dilaporkan terus dilanggar hingga kini.

Upaya mediasi yang melibatkan pihak kepolisian, camat, hingga lurah juga belum membuahkan hasil signifikan. Casbar dilaporkan hanya tertib selama satu hari setelah mediasi, sebelum kembali beroperasi seperti biasa di malam berikutnya.

“Pak camat sempat sidak bersama kami jam 00.30 WIB dan mereka masih beroperasi. Besoknya mereka main lagi. Aparat seolah tidak mau menutup meski pelanggaran sudah berkali-kali,” tutur Marhadi.

Menanggapi keluhan warga Pondok Nirwana, Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, berjanji akan segera menindaklanjuti laporan tersebut. Ia menyatakan akan melakukan inspeksi mendadak langsung ke lokasi Casbar pada malam hari untuk memverifikasi kebenaran aduan warga.

“Nanti kita jadwalkan. Kita akan sidak pada malam hari di saat mereka sedang beroperasi,” tegas Armuji.