— PATI, KOMPAS.com – Penemuan sesosok jenazah di area persawahan Desa Tawangharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati pada Jumat (24/4/2026) dini hari menggemparkan warga setempat. Korban diduga tewas tersengat aliran listrik dari jebakan tikus yang dipasang di sawah.

Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh pemilik sawah pada Jumat siang. Namun, berdasarkan perkiraan, korban telah meninggal sejak Kamis malam. Saksi mata menemukan korban tergeletak di tengah sawah sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat desa.

Sekretaris Desa Tawangharjo, Mukhlis, mengonfirmasi peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa hingga kini identitas korban belum teridentifikasi karena tidak ditemukan kartu identitas pada tubuhnya. “Iya betul, ditemukan di sawah. Identitasnya belum diketahui karena tidak membawa identitas,” ujar Mukhlis kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Jumat (24/4/2026).

Mukhlis menambahkan, korban diduga merupakan orang dengan gangguan kejiwaan. “Dugaan sementara seperti orang dengan gangguan, karena pakaiannya tidak seperti umumnya, berlapis-lapis,” jelasnya.

Setelah menerima laporan, perangkat desa segera berkoordinasi dengan pihak berwenang. Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke kamar jenazah RSUD Soewondo Pati untuk penanganan lebih lanjut.

Jebakan Tikus Berlistrik Masih Marak

Penggunaan aliran listrik untuk menjerat tikus di sawah ternyata masih sering terjadi di wilayah Tawangharjo, meskipun sosialisasi larangan telah berulang kali dilakukan. Mukhlis mengakui, imbauan dari RT/RW dan sosialisasi mengenai larangan penggunaan jebakan listrik sudah sering disampaikan.

“Tapi karena hama tikus banyak, kadang warga tetap nekat menggunakan cara tersebut,” ungkap Mukhlis.

Ia menambahkan bahwa saat ini belum ada peraturan desa (Perdes) khusus yang mengatur sanksi terkait praktik berbahaya ini. Kendati demikian, pemerintah desa terus berupaya mengingatkan warga melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan.

Polisi Lakukan Penyelidikan

Kapolsek Wedarijaksa, AKP Suntoro, juga membenarkan adanya kejadian tersebut. Pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan mendalam di lokasi penemuan jenazah.

“Tim masih berada di lokasi kejadian. Untuk kronologi lengkap masih dalam penyelidikan,” ujar AKP Suntoro secara singkat.