Global

Vladimir Putin Siap Bertemu Zelensky, tapi dengan Satu Syarat

Advertisement

Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan kesiapannya untuk bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, namun pertemuan tersebut harus memiliki tujuan yang jelas, yakni untuk menandatangani perjanjian perdamaian. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyampaikan bahwa Putin selalu terbuka untuk dialog, namun menekankan pentingnya agenda pertemuan yang produktif.

Peskov mengutip pernyataan Putin yang berulang kali menegaskan kesiapannya untuk bertemu Zelenskyy di Moskow kapan saja. “Yang terpenting adalah tujuan pertemuan tersebut. Mengapa mereka harus bertemu? Putin mengatakan dia siap bertemu di Moskwa kapan saja,” ujar Peskov, dilansir Anadolu, Kamis (23/4/2026).

Menurut Peskov, pertemuan semacam itu hanya akan bermakna jika bertujuan untuk menyelesaikan kesepakatan damai. “Yang utama adalah adanya tujuan pertemuan, dan yang terpenting, pertemuan tersebut harus produktif, dan ini hanya dapat dilakukan untuk tujuan menyelesaikan kesepakatan,” tambahnya.

Syarat Pertemuan dan Pandangan Ukraina

Lebih lanjut, Peskov menambahkan bahwa pertemuan tingkat tinggi tersebut harus didahului oleh kerja serius. Ia mengklaim bahwa Ukraina saat ini tidak menunjukkan keinginan politik yang kuat untuk mewujudkan hal tersebut.

Pernyataan ini muncul setelah Zelenskyy sendiri pada Rabu (22/4/2026) menyatakan bahwa Ukraina siap untuk format pembicaraan apa pun dan kapan saja. Namun, ia menekankan bahwa dimulainya kembali negosiasi “tidak bergantung pada kami.”

Advertisement

Zelenskyy menyebutkan bahwa negara-negara prioritas untuk negosiasi, secara prinsip, adalah lokasi di mana pertemuan sebelumnya telah dilaksanakan, seperti Turki dan negara-negara di Timur Tengah. “Meskipun pada prinsipnya kami tidak takut untuk bertemu kapan saja di negara mana pun, kecuali Rusia dan Belarus, kami menekankan hal ini sekali lagi. Saya yakin bahwa pertemuan trilateral harus dilanjutkan,” ujar Zelenskyy.

Perang Iran Alihkan Fokus dari Konflik Ukraina

Perundingan perdamaian untuk masalah Rusia dan Ukraina, yang sempat dimediasi oleh Amerika Serikat, telah terhenti. Zelenskyy mengungkapkan kepada CNN pada Rabu (22/4/2026) bahwa perang di Iran telah mengalihkan fokus internasional dari agresi Rusia terhadap Kyiv.

Ia menilai, merupakan risiko besar untuk berpikir bahwa upaya mengakhiri pertempuran di Ukraina dapat ditunda hingga perang di Iran selesai. Meskipun pembicaraan teknis dengan Washington masih berlangsung, Zelenskyy tidak melihat adanya peluang untuk pertemuan negosiasi sampai masalah Iran terselesaikan.

Zelenskyy menegaskan, meskipun AS saat ini memprioritaskan perang melawan Iran, penting untuk tidak melupakan konflik yang masih berlangsung di Ukraina. “Kita tidak bisa mengatakan ‘kita akan membahas (Ukraina) nanti saja’. Ukraina bukanlah ‘nanti saja.’ Ukraina sudah berada dalam tragedi yang begitu besar, kita harus mencari cara untuk menangani hal ini secara paralel,” tegas Zelenskyy.

Advertisement