Sebuah video yang memperlihatkan aksi penghadangan terhadap seorang pengemudi mobil oleh sekelompok pembalap liar di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, menjadi viral di media sosial. Peristiwa ini diduga dipicu oleh insiden serempetan antara mobil yang melintas di jalan non-tol dengan salah satu pengendara motor yang terlibat dalam balap liar di kawasan interchange Setono Pekalongan.
Dalam rekaman berdurasi sekitar 11 detik yang diunggah oleh akun Instagram @beritapekalongan1 dan dibagikan ulang oleh @lambe_turah pada Senin (20/4/2026), pengemudi mobil terlihat dihentikan secara paksa oleh sejumlah pemuda. Terdapat indikasi tindakan kekerasan yang dialami oleh pengemudi tersebut, yang membuat video ini menjadi sorotan publik.
Polisi Selidiki Dugaan Penganiayaan dan Tindak Pidana
Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Riki Yariandi, menyatakan bahwa pihaknya tengah melakukan penelusuran mendalam terhadap peristiwa tersebut, termasuk dugaan adanya tindak pidana. “Kalau ada pemukulan atau perusakan, tentu harus dipertanggungjawabkan. Kami akan telusuri dan cari pelakunya,” ujar Riki dikutip dari Tribun Jateng, Senin.
Menurut Riki, tindakan menghadang kendaraan di jalan umum merupakan tindakan berbahaya dan tidak dapat dibenarkan. Ia menegaskan, “Itu jalan umum, bukan milik mereka. Kalau terjadi senggolan sedikit, justru mereka yang melakukan tindakan berlebihan. Ini jelas tidak bisa dibiarkan.”
Aksi Balap Liar Picu Penghadangan
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa kejadian berawal ketika mobil tersebut melintas di jalur yang digunakan untuk aktivitas balap liar, dan secara tidak sengaja menyerempet salah satu pengendara motor. Insiden ini memicu reaksi dari sekelompok orang di lokasi, yang kemudian berujung pada penghadangan terhadap pengemudi mobil.
Kepolisian mengungkapkan bahwa aksi balap liar di wilayah tersebut kerap terjadi dan para pelakunya sering berpindah-pindah lokasi untuk menghindari petugas. “Selama ini kami sudah sering melakukan penertiban. Mereka biasanya, bermain kucing-kucingan dengan petugas. Tapi sekarang justru semakin berani dan cenderung anarkis,” jelas Riki.
Peningkatan Patroli dan Tindakan Tegas
Sebagai langkah penanganan, kepolisian akan meningkatkan intensitas patroli di sejumlah titik rawan terjadinya balap liar di Kota Pekalongan. Selain itu, petugas juga menyiapkan tindakan tegas terhadap pelaku, termasuk pengamanan kendaraan yang digunakan dalam aksi balap liar.
“Kami tidak akan diam. Siapa pun yang membuat onar dan mengganggu kamtibmas akan kami tindak tegas tanpa kompromi,” tandasnya.
Bukan Terjadi di Jalan Tol
Pihak PT Pemalang Batang Tol Road (PBTR) telah mengonfirmasi bahwa peristiwa yang terekam dalam video viral tersebut tidak terjadi di ruas jalan tol.
Asisten Manajer Lalu Lintas PBTR, Nur Adzani Fajar, menjelaskan bahwa kejadian tersebut berlangsung di jalan non-tol yang berada di wilayah Kota Pekalongan. “Perlu kami tegaskan bahwa kejadian tersebut tidak terjadi di ruas tol Pekalongan, melainkan di jalan non-tol di wilayah Kota Pekalongan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pengelola tol secara rutin melakukan patroli dan pengawasan guna memastikan keamanan serta kelancaran lalu lintas di ruas tol mereka.






