KLATEN, KOMPAS.com – Sebuah video yang menampilkan dugaan pengeroyokan terhadap seorang warga di kawasan Exit Tol Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, viral di media sosial dan memicu perhatian publik. Unggahan tersebut tersebar luas melalui platform Facebook dan Instagram, menampilkan seorang pria yang mengalami luka di bagian kepala.
Dalam salah satu unggahan akun Instagram @si, terlihat korban terluka parah di bagian kepala. Beberapa orang yang berada di lokasi juga tampak mengelilingi korban, bahkan ada yang terlihat membawa benda tumpul.
Dugaan Keterlibatan Debt Collector
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Klaten, AKP Taufik Frida Mustofa, membenarkan adanya peristiwa penganiayaan di Exit Tol Prambanan. Ia menduga insiden tersebut melibatkan kelompok debt collector atau yang dikenal sebagai mata elang (matel).
“Terjadi adanya kejadian di dekat dengan Exit Tol Prambanan, yaitu adanya perselisihan antara perorangan yang diduga mungkin dari kelompok matel,” ujar Taufik dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Kamis (24/4/2026).
Korban, seorang pria, dilaporkan mengalami luka di bagian kepala dan punggung. Berdasarkan pemeriksaan medis awal, luka tersebut diduga disebabkan oleh pukulan benda tumpul.
Penelusuran awal kepolisian mengindikasikan bahwa peristiwa ini bermula dari cekcok antara dua kelompok yang kemudian berlanjut menjadi kontak fisik. Pihak kepolisian saat ini tengah mendalami kronologi lengkap kejadian dengan memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi.
Menurut Taufik, insiden tersebut awalnya terjadi di depan sebuah warung. Dalam situasi perselisihan tersebut, salah satu pihak diduga berusaha menghindar dengan masuk ke dalam warung.
“Jadi, di depan warung karena yang satu mungkin ketakutan sehingga masuk, terdorong ke dalam warung,” jelas Taufik.
Peristiwa ini juga dilaporkan menyebabkan beberapa peralatan di dalam warung mengalami kerusakan. Namun, Taufik menegaskan bahwa hasil pemeriksaan tidak menemukan adanya aksi pembacokan seperti yang sempat beredar dalam informasi di media sosial.
Hingga kini, Polres Klaten masih terus melakukan pendalaman untuk mengidentifikasi seluruh pihak yang terlibat dalam kejadian tersebut.






