Regional

Viral, 8 Kucing Mati Mendadak di Malang, Diduga Keracunan

Advertisement

MALANG, KOMPAS.com – Delapan ekor kucing ditemukan mati mendadak di kawasan Jalan Danau Singkarak III, Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Kematian kucing-kucing ini diduga akibat terpapar racun, memicu kekhawatiran di kalangan warga dan menjadi viral di media sosial.

Peristiwa tragis ini menjadi sorotan publik setelah video yang memperlihatkan beberapa kucing dalam kondisi kaku dengan mulut berbusa beredar luas. Video tersebut menampilkan bangkai kucing yang tergeletak, dengan ciri-ciri yang mengarah pada dugaan keracunan.

Dian Tetetra, salah seorang pemilik kucing di kawasan tersebut, menceritakan bahwa kejadian kematian kucing terjadi dalam dua gelombang. Pada Jumat malam, 17 April 2025, lima ekor kucing ditemukan tewas. Dari jumlah tersebut, dua ekor merupakan miliknya dan tiga lainnya milik tetangga yang berada di depan rumahnya.

“Benar, malam itu ada lima kucing yang meninggal. Dua kucing saya dan tiga kucing tetangga depan rumah saya,” ujar Dian saat ditemui pada Kamis (23/4/2026).

Beberapa hari berselang, pada Selasa, 21 April 2025, insiden serupa kembali terjadi. Seekor kucing milik warga dilaporkan mengalami kejang-kejang sebelum akhirnya ditemukan mati. Tak hanya itu, dua ekor kucing liar juga ditemukan dalam keadaan tak bernyawa dan telah dibungkus menggunakan kantong kresek.

Dian menduga kuat kematian kucing-kucing tersebut berkaitan dengan paparan zat berbahaya, meskipun ia tidak memastikan adanya unsur kesengajaan dalam peristiwa ini. Ia menyebutkan bahwa salah satu ciri yang paling mencolok adalah adanya busa di mulut kucing yang mati.

“Kalau saya melihat dari mulutnya yang berbusa, itu tafsiran pribadi saya mungkin kena racun. Bukan diracun ya, tapi bisa saja tidak sengaja terpapar,” katanya.

Advertisement

Ia menambahkan bahwa gejala yang dialami oleh kucing-kucing tersebut bervariasi. Beberapa kucing liar sempat mengalami kejang yang berlangsung sekitar 30 menit sebelum akhirnya mati. Sementara itu, kucing miliknya tidak menunjukkan gejala kejang, hanya sempat mengangkat kepala, mengeluarkan suara, lalu menghembuskan napas terakhir.

“Tidak lama, kurang lebih 10 menit kucing saya mengeluarkan muntahan, berbusa, sempat mengeluarkan suara meng, terus saya tutup kain dan meninggal dunia,” ujarnya.

Di lingkungan tersebut, Dian menjelaskan bahwa tidak banyak warga yang secara khusus memelihara kucing. Namun, banyak kucing liar yang kerap datang dan diberi makan oleh warga, sehingga dianggap sebagai hewan peliharaan bersama.

Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran mendalam di kalangan warga, terutama bagi mereka yang memiliki hewan peliharaan kucing. Dian mengaku terpaksa membatasi aktivitas kucingnya agar tidak keluar rumah untuk sementara waktu demi keselamatan.

“Saya sekarang tidak membiarkan kucing keluar dulu. Biasanya pagi saya keluarkan, karena jadi hiburan ibu-ibu sepulang dari masjid. Tapi sekarang masih saya tahan, mungkin sampai satu bulan atau lebih,” pungkasnya.

Advertisement