Akses.co.id — Washington DC – Amerika Serikat mengirimkan dua utusannya, Steve Witkoff dan Jared Kushner, ke Islamabad, Pakistan, untuk melanjutkan negosiasi dengan Iran. Langkah ini disambut sebagai sinyal positif menuju perundingan damai putaran kedua.
Kepastian pemberangkatan kedua utusan tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, dalam sebuah konferensi pers pada Jumat (24/4/2026). Menurut Leavitt, Witkoff dan Kushner dijadwalkan berangkat pada Sabtu (25/4/2026) pagi waktu AS untuk melanjutkan proses negosiasi, sebagaimana dilaporkan oleh BBC.
Wakil Presiden AS, JD Vance, yang sebelumnya disebut-sebut akan kembali memimpin delegasi, dipastikan tidak termasuk dalam rombongan awal ke Pakistan. Leavitt menjelaskan bahwa Vance akan tetap berada di Amerika Serikat bersama Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan pejabat lainnya. Namun, dia menekankan bahwa Vance terus memantau situasi secara intensif dan siap diberangkatkan kapan saja jika diperlukan.
“Wakil Presiden tetap terlibat secara mendalam dalam seluruh proses ini, dan dia akan bersiap di sini,” ujar Leavitt. “Semua orang dalam posisi siaga untuk terbang ke Pakistan jika diperlukan.”
Leavitt menambahkan bahwa pemerintah bersedia mengirim Vance ke Pakistan jika kehadirannya dinilai dapat memberikan dampak positif bagi jalannya perundingan. Pengiriman Witkoff dan Kushner ini merupakan tindak lanjut setelah Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk memperpanjang masa gencatan senjata dengan Iran.
Tujuan pengiriman kedua utusan tersebut ke Islamabad, menurut Leavitt, adalah agar Amerika Serikat dapat mendengarkan secara langsung poin-poin yang ingin disampaikan oleh Teheran. Berdasarkan keterangan Leavitt, pihak Iran sendiri telah menyatakan keinginan untuk berbicara secara tatap muka.
“Presiden selalu bersedia memberikan kesempatan bagi diplomasi,” kata Leavitt, menjelaskan alasan di balik keputusan Trump.
Delegasi Iran Tiba di Pakistan
Sebelumnya, media pemerintah Iran, IRNA, mengonfirmasi kunjungan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, ke Islamabad, Pakistan, pada Jumat (24/4/2026). Namun, media tersebut tidak memberikan informasi terkait pertemuan atau perundingan dengan pejabat AS.
Sumber pemerintah Pakistan menyebutkan bahwa delegasi Iran yang dipimpin oleh Araghchi diperkirakan tiba di Islamabad pada Jumat malam. Pihak Pakistan berharap pertemuan ini akan membuka jalan bagi putaran kedua pembicaraan antara AS dan Iran, seperti dilaporkan oleh Al Jazeera. Sumber tersebut juga menambahkan bahwa tim logistik dan keamanan AS telah berada di Islamabad untuk memfasilitasi proses negosiasi.
Menurut sumber AS dan media pemerintah Iran, delegasi Iran dijadwalkan akan mengadakan pembicaraan dengan mediator Pakistan, bukan dengan perwakilan Washington. Pakistan sendiri telah berupaya untuk memulai kembali pembicaraan gencatan senjata antara Iran dan AS, setelah upaya pembicaraan langsung antara kedua negara tersebut gagal pada awal pekan ini.
Ikuti Akses.co.id
