PADANG – Di tengah lautan jemaah haji yang didominasi usia lanjut, Latifa Syafira, seorang gadis berusia 15 tahun, justru mencuri perhatian sebagai calon jemaah haji termuda dari Kota Padang, Sumatera Barat. Lala, sapaan akrabnya, akan menunaikan rukun Islam kelima ini bersama ibunya, menggantikan mendiang sang ayah yang telah berpulang pada tahun 2021.
Sejak pagi, Lala telah berada di Asrama Haji Padang bersama 391 jemaah lainnya pada Kamis (23/4/2026). Meskipun merasa sedikit canggung, ia dengan sigap mengikuti setiap prosedur, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga pembagian kartu nusuk, sembari mendampingi ibunya.
Sebenarnya, rencana keberangkatan Lala adalah pada tahun 2023. Namun, ia memutuskan untuk menundanya. “Sebenarnya berangkat tahun 2023, tapi saya belum siap makanya diundur tahun ini (2026),” ungkap Lala.
Jika menilik usia pada 2023, Lala baru berusia 13 tahun, yang sebenarnya sudah memenuhi syarat jika mengacu pada peraturan pergantian jemaah haji. Namun, bagi Lala, ibadah haji bukan sekadar soal usia. Ia merasa perlu mempersiapkan mental dan memperkokoh keyakinan untuk menunaikan kewajiban mulia ini.
Meski merasa sudah siap tahun ini, Lala mengaku rasa takut dan deg-degan masih menghantuinya hingga memasuki Asrama Haji Padang. “Aku masih 15 tahun, seharusnya haji untuk orang dewasa dan orangtua,” tuturnya dengan nada polos.
Perjalanan panjang lebih dari satu bulan di Tanah Suci telah mendapatkan izin dari pihak sekolah. Lala yang mengikuti program home schooling mengaku mendapatkan kelonggaran dari para gurunya.
Keberangkatan Lala ke Tanah Suci kali ini turut membawa harapan tulus bagi umat Islam yang belum berkesempatan menunaikan ibadah haji. “Mudah-mudahan yang lain juga bisa menjalankan ibadah haji, dilonggarkan rezeki dan kesehatannya,” ujar Lala.
Di Tanah Suci, Lala bertekad untuk turut membantu jemaah lain, terutama para lansia, agar dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar dan tertib. Ia juga berharap dapat menggantikan peran ayahnya dalam menjaga sang ibu selama menunaikan ibadah haji dan kembali ke Tanah Air dengan selamat.
Jemaah Termuda dan Tertua dalam Kloter Pertama
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Sumatera Barat, M. Rifki, mengonfirmasi bahwa Lala adalah jemaah termuda dalam kloter pertama Embarkasi Padang tahun ini, berusia 15 tahun. Sementara itu, jemaah tertua berusia 85 tahun.
“Untuk kloter pertama ada 391 jemaah yang akan berangkat dari total 393 jemaah. Dua jemaah batal berangkat karena kondisi kesehatan,” ujar Rifki.
Ia menambahkan, para jemaah kloter pertama diimbau untuk mengoptimalkan waktu istirahat di Asrama Haji Padang. Pasalnya, keberangkatan dijadwalkan pada pukul 01.00 WIB, Jumat (24/4/2026) dini hari. “Pukul 22.00 WIB para jemaah sudah persiapan boarding, jadi memang siang ini yang waktu istirahat,” tuturnya.
Suasana di Asrama Haji Padang pada Kamis pagi tampak sangat sibuk. Sejak fajar menyingsing, para jemaah telah mengikuti serangkaian prosedur, mulai dari pemeriksaan kesehatan akhir hingga pengarahan teknis keberangkatan.
Keberangkatan kloter 01 jemaah calon haji dari Embarkasi Padang dijadwalkan pada Jumat (24/4/2026) pukul 01.05 WIB. Penerbangan akan dilakukan melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dengan maskapai Garuda Indonesia GIA 3801, membawa total 391 jemaah calon haji, termasuk petugas.






