Akses.co.id — PURWOREJO, Kompas.com — Banani Adam, seorang sopir ambulans dari Puskesmas Kaligesing, Kabupaten Purworejo, memilih menolak tawaran hadiah mobil baru dari Muhammad Suryo, seorang pengusaha rokok yang ia bantu evakuasi pasca kecelakaan di Temon, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sikap rendah hati Adam ini menjadi sorotan usai ia dilaporkan menolak imbalan yang dianggapnya terlalu besar.
Peristiwa bermula ketika Adam secara tidak sengaja melintas di lokasi kecelakaan dalam perjalanan mengantar anaknya berobat. Ia kemudian dimintai tolong oleh warga untuk membantu mengevakuasi para korban, termasuk yang jatuh ke area sungai.
Menggunakan ambulans puskesmas yang ia kemudikan, Adam menyediakan peralatan seperti tandu dan turut serta dalam proses pengangkatan korban bersama warga serta relawan lainnya. Setelah korban berhasil dievakuasi dan dibawa ke RSUD Wates, Adam melanjutkan perjalanannya tanpa mengetahui identitas orang yang ia tolong.
Beberapa waktu kemudian, pihak keluarga korban berupaya mencari sosok sopir ambulans yang telah membantu. Melalui penelusuran informasi dari lapangan, identitas Adam akhirnya berhasil ditemukan. Adam kemudian dihubungi melalui telepon dan sempat berbicara langsung dengan Muhammad Suryo.
Dalam percakapan tersebut, Suryo menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diberikan. “Awalnya ditawari mobil baru, tapi saya menolak. Saya merasa itu terlalu besar buat saya,” ujar Adam pada Kamis (23/4/2026).
Adam menjelaskan bahwa membantu adalah hal yang biasa baginya sebagai sopir ambulans. “Saya membantu itu sudah biasa. Kalau ada kecelakaan, saya hanya berusaha membantu semampunya sampai korban bisa dibawa ke rumah sakit,” tuturnya.
Tawaran Motor Sebagai Bentuk Apresiasi
Menanggapi penolakan Adam terhadap tawaran mobil, pihak keluarga korban kemudian menawarkan hadiah yang lebih sederhana, yaitu sebuah sepeda motor. Setelah melalui komunikasi lanjutan, Adam akhirnya menerima tawaran motor tersebut.
“Saya tidak enak jika terus menolak, mengingat pemberian itu merupakan bentuk niat baik dari pihak korban,” kata Adam.
Motor jenis Honda Beat itu diserahkan kepada Adam pada Selasa siang, beberapa hari setelah proses komunikasi berlangsung. Sebelumnya, Adam diminta untuk mengirimkan data identitasnya sebagai bagian dari proses administrasi.
“Awalnya saya tidak menyangka akan seperti ini. Niatnya hanya membantu, tidak berpikir akan mendapat balasan,” ujar Adam menambahkan.
Adam juga menyebutkan bahwa ada pihak lain yang turut mendapatkan apresiasi serupa karena telah membantu proses evakuasi korban di lokasi kejadian.
Kecelakaan yang melibatkan Muhammad Suryo tersebut diketahui terjadi di wilayah Temon, Kulon Progo. Dalam insiden itu, istri Suryo meninggal dunia, sementara sejumlah korban lainnya mengalami luka dan menjalani perawatan medis. Suryo sendiri merupakan pengusaha rokok.
“Usai menawarkan motor pak Haji tanya rokoknya apa, saya jawab Tenor terus disuruh ganti HS,” kata Adam, mengisahkan percakapannya dengan Suryo.
Ikuti Akses.co.id
