Regional

Usai Temui Jokowi, Petani Tebu Blora Akan Menghadap Gibran soal Pabrik Gula Tak Beroperasi

Advertisement

SOLO – Setelah mendapatkan sambutan hangat dari Presiden Joko Widodo di kediamannya di Sumber, Solo, pada Rabu (22/4/2026), perwakilan petani tebu asal Blora, Jawa Tengah, kini dijadwalkan untuk beralih ke Jakarta. Agenda selanjutnya adalah pertemuan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, guna menyampaikan kembali aspirasi mereka terkait nasib pabrik gula di daerah tersebut yang belum beroperasi.

Sebanyak 30 perwakilan petani, didampingi pengurus Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kabupaten Blora, memanfaatkan momen kunjungan ke kediaman Presiden Jokowi untuk mengutarakan berbagai persoalan yang membebani mereka. Ketua APTRI Blora, Sunoto, mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut berjalan baik dan penuh apresiasi.

“Masyarakat Blora sangat berterima kasih atas perhatian Bapak Jokowi selama menjabat presiden, mulai dari pembangunan Bandara Ngloram, Bendungan Randugunting, hingga perbaikan jalan nasional dan perhutanan sosial yang telah membawa kemajuan bagi Blora,” ujar Sunoto, mengutip laman Pemkab Blora, Kamis (23/4/2026).

Nasib Pabrik Gula Jadi Sorotan Utama

Persoalan utama yang mendesak untuk disampaikan kepada Presiden Jokowi adalah mandeknya operasional pabrik gula di Blora. Situasi ini menimbulkan dampak langsung terhadap penghasilan para petani tebu dan menciptakan ketidakpastian hasil panen mereka.

Menurut Sekretaris APTRI, Anton Sudibyo, belum beroperasinya pabrik gula tersebut diduga akibat pengelolaan yang kurang optimal serta kerusakan pada bagian boiler yang terjadi pada masa giling tahun 2025. Hingga kini, pabrik tersebut belum juga kembali beroperasi.

“Luas lahan tebu di Blora mencapai 8.000 hektar. Tahun lalu saja, petani sudah rugi lebih dari Rp500 miliar,” kata Anton. Ia menambahkan, “Jika pabrik tidak segera beroperasi untuk giling 2026, nasib petani berada di ujung tanduk.”

Advertisement

Petani Berharap Dukungan Tokoh Nasional

Sebelumnya, para petani tebu Blora telah secara langsung menyampaikan harapan mereka kepada Presiden Jokowi agar pabrik gula dapat segera difungsikan kembali. Harapan ini diungkapkan oleh salah satu perwakilan petani, Khairul.

“Saya sampaikan ke Bapak Jokowi bahwa kami petani tebu Blora mengharapkan pabrik gulanya bisa beroperasi kembali,” kata Khairul, seperti dikutip dari Kompas.com, Kamis. Ia berharap, “Dengan dukungan Pak Jokowi, tokoh nasional mungkin dia bisa memanggil atau menginformasikan pabrik gula Blora butuh dioperasikan kembali dengan cepat.”

Keberadaan pabrik gula dinilai sangat krusial bagi masyarakat Blora. Para petani menekankan bahwa pabrik tersebut merupakan penopang utama perekonomian lokal.

“Karena kalau tidak dioperasikan maka petani Blora dan masyarakat Blora akan redup perekonomiannya dan akan menjadi jatuh miskin lagi,” ujar Khairul. Ia melanjutkan, “Kami tidak ingin seperti itu. Petani ingin semangat menanam dan membantu program pemerintah menuju swasembada gula.”

Hingga berita ini diturunkan, Kompas.com masih berupaya menghubungi Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhan, untuk mendapatkan tanggapan terkait permintaan agar pabrik gula di Blora segera beroperasi. Namun, belum ada jawaban yang diterima.

Advertisement