— JAKARTA, Kompas.com — Sejumlah juru parkir liar di area samping Stasiun MRT Lebak Bulus menyatakan kesiapannya untuk direkrut dan bekerja di lahan parkir resmi yang telah disiapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Lahan baru ini berlokasi di tanah kosong sebelah Poins Square, Jalan Kembang Lestari, Cilandak, Jakarta Selatan.

Salah satu juru parkir, Joni (60), mengakui adanya penertiban tersebut berdampak pada pendapatannya. Namun, ia menyambut baik tawaran jika dirinya beserta lima rekannya direkrut oleh Dinas Perhubungan untuk bertugas di lokasi yang baru.

“Iya, kan kami butuh. Masuk kerja tempat lain kan enggak bisa, sudah tua, sudah 60 tahun,” ujar Joni saat ditemui di lokasi pada Jumat (24/4/2026).

Joni menuturkan, penghasilan hariannya dari mengatur parkir sepeda motor hanya berkisar Rp 70.000. Ia tidak menetapkan tarif khusus, meskipun umumnya pengguna jasa memberikan Rp 5.000. Namun, tidak semua pengendara bersedia membayar.

“Ada yang lolos juga bilangnya enggak punya duit. Ada yang pakai apa namanya tuh zaman sekarang dah, QRIS,” keluhnya.

Pada hari penertiban, puluhan sepeda motor yang sebelumnya terparkir di pinggir jalan mulai dipindahkan ke lahan baru. Pengendara yang datang pada siang hari langsung diarahkan ke lokasi yang telah disediakan. Sementara itu, beberapa sepeda motor yang masih terparkir di pinggir jalan belum dapat dievakuasi karena terkunci ganda.

Joni menambahkan, area tersebut ditargetkan sudah bersih dari parkir liar mulai Senin mendatang. Pemasangan marka larangan parkir juga telah dilakukan pada hari itu.

“Hari Senin masuk ke dalam. Tapi nyobain besok juga dimasukin (ke lahan baru), biar enggak kaget kan,” katanya.

Selain juru parkir, para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sekitar lokasi juga sempat berharap untuk dipindahkan ke lahan baru tersebut. Namun, keinginan tersebut tidak dapat terwujud sepenuhnya.

Salah satu pedagang, Endah (nama samaran), mengaku telah menyampaikan permintaannya kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, yang turut hadir saat penertiban. “Tapi enggak bisa katanya. Paling nanti di dekat pintunya doang,” ujarnya saat ditemui terpisah.

Endah menambahkan, Rano Karno berjanji akan menyiapkan lokasi baru bagi para pedagang. Ia berharap tempat tersebut tidak terlalu jauh dari lokasi semula, mengingat ia harus mendorong gerobak mi ayamnya setiap hari.

Di sisi lain, Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan, Bernad Pasaribu, mengonfirmasi bahwa para juru parkir akan dipekerjakan secara resmi di lokasi baru. Lahan tersebut merupakan milik PT Sarana Jata.

“Untuk petugas parkirnya nanti menjadi binaan UP Parkir, mereka (UP Parkir) sudah masuk di lokasi,” kata Bernad saat dihubungi Kompas.com.