Akses.co.id — TULUNGAGUNG, KOMPAS.com — Pelaksana Tugas Bupati Tulungagung, Ahmad Bahrudin, mengambil langkah penundaan sementara penerbitan surat keputusan (SK) untuk pelaksana tugas (Plt) kepala sekolah. Keputusan ini diambil menyusul Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di lingkungan pemerintahan daerah setempat.
Bahrudin menyatakan, penundaan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas dan kondusivitas pemerintahan daerah pasca-OTT yang turut menjerat Bupati nonaktif Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo. “Saya belum ada laporan dari Kepala Dinas Pendidikan atau dari Pak Sekda juga,” ungkap Bahrudin seusai menghadiri pelantikan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Tulungagung pada Sabtu (18/4/2026).
Diminta Ditunda, Bukan Dibatalkan
Ia mengaku telah memberikan saran kepada Sekretaris Daerah agar proses penerbitan SK Plt kepala sekolah dihentikan untuk sementara waktu. “Saya kemarin menyarankan agar supaya SK-SK dihentikan kepada Pak Sekda. Tapi mungkin Pak Sekda belum perintah ke Kepala Dinas, saya juga kurang tahu,” tuturnya.
Bahrudin menekankan bahwa penundaan ini bersifat sementara atau ditunda (pending), bukan dibatalkan. “Maksudnya dipending dulu. Walaupun sudah ada, tapi dipending dulu suratnya, jangan dikasihkan. Tapi saya tidak tahu kenyataannya bagaimana. Nanti saya minta keterangan dari dinas,” jelasnya.
Menunggu Situasi Kondusif
Menurut Bahrudin, kebutuhan mendesak sekolah menjelang kelulusan siswa masih dapat ditunda hingga situasi dianggap lebih kondusif. “Kan masih mau, nanti saja kalau sudah cukup,” katanya.
Sebelumnya, beredar informasi mengenai penerbitan ratusan SK Plt kepala sekolah dasar yang dibagikan setelah OTT KPK. Operasi tersebut juga melibatkan ajudan bupati, Dwi Yoga Ambal. Saat ini, Pemerintah Kabupaten Tulungagung masih melakukan penelusuran terhadap kebenaran informasi terkait penerbitan SK tersebut. Pemkab juga berupaya memastikan bahwa prosedur dan dasar penerbitan SK telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku guna menghindari potensi polemik di tengah situasi yang sedang menjadi sorotan publik.
Ikuti Akses.co.id
