— JAKARTA, KOMPAS.com – Hingga hari keenam operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah, sebanyak 28.274 jemaah Indonesia telah diberangkatkan menuju Madinah, Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, 17.747 jemaah telah tiba dan menempati hotel di Madinah.

Demikian disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, dalam jumpa pers daring pada Minggu (26/4/2026). Ia merinci bahwa total 72 kloter jemaah telah diberangkatkan ke Tanah Suci, dengan 45 kloter di antaranya telah tiba di Madinah.

Maria menegaskan bahwa seluruh proses kedatangan jemaah di Madinah berjalan tertib. Petugas haji mendampingi jemaah sejak dari bandara hingga tiba di hotel akomodasi.

Fasilitas Fast Track Tingkatkan Kenyamanan

Untuk memastikan kelancaran dan efisiensi layanan, Kementerian Haji dan Umrah kembali mengaktifkan program “fast track” atau Mekkah Road di beberapa bandara keberangkatan di Indonesia. Program ini bertujuan menyederhanakan proses keimigrasian Arab Saudi yang kini diselesaikan di Indonesia.

Layanan fast track tersedia di Bandara Soekarno-Hatta, melayani jemaah dari embarkasi Jakarta-Pondok Gede, Jakarta-Bekasi, dan Banten. Selain itu, fasilitas serupa juga dapat diakses di Bandara Adi Soemarmo Solo, Bandara Juanda Surabaya, dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Maria menambahkan, “Jadi, secara keseluruhan kalau bisa kami total begitu, terdapat 125.234 jemaah haji Indonesia yang telah menikmati layanan fast track pada tahun ini.” Dengan adanya layanan ini, jemaah tidak perlu lagi mengantre panjang di bandara kedatangan di Jeddah atau Madinah.

Kesiapan Transportasi dan Layanan Embarkasi

Pemerintah juga telah memastikan kesiapan transportasi udara untuk jemaah haji, dengan menggandeng maskapai Garuda Indonesia dan Saudia Airlines.

Selama berada di embarkasi, jemaah mendapatkan layanan yang komprehensif sebelum keberangkatan. Ini mencakup pemeriksaan kesehatan akhir, serta penerimaan dokumen penting seperti paspor, uang living cost sebesar 750 riyal Arab Saudi, gelang identitas, dan kartu Nusuk.

Kementerian Haji dan Umrah juga memastikan fasilitas akomodasi di embarkasi disiapkan dengan baik untuk memberikan tempat istirahat yang layak bagi para jemaah sebelum terbang. “Dari sisi konsumsi juga, ini bagi para jemaah juga memperoleh makanan yang tentunya kami hitung gizinya dan juga sesuai dengan kebutuhan, sehingga kondisi fisik ini juga tetap terjaga selama proses keberangkatan dan kemudian nanti setibanya di Tanah Suci bisa langsung beribadah dengan khusyuk dan sehat,” jelas Maria.