— GOWA, KOMPAS.com – Sejumlah warga Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor bupati pada Kamis (23/4/2026) sore, menuntut tokoh adat dan pemuka agama segera menyikapi dugaan perselingkuhan yang melibatkan bupati setempat dengan seorang konsultan politiknya. Aksi yang berlangsung sekitar pukul 15.35 Wita ini bertepatan dengan momen pemberangkatan perdana calon jemaah haji Kloter pertama dari Gowa.

Para pengunjuk rasa, yang berjumlah belasan orang, membentangkan spanduk penolakan. Salah satu tuntutan mereka adalah agar Bupati Gowa tidak memimpin langsung acara pelepasan ratusan calon jemaah haji tersebut, yang dipusatkan di Masjid Raya Syech Yusuf, hanya berjarak 200 meter dari lokasi demonstrasi.

Secara bergantian, para demonstran menyerukan agar skandal dugaan perselingkuhan yang diduga dilakukan oleh Bupati Gowa segera diusut tuntas. Mereka mendesak tokoh adat dan pemuka agama di Kabupaten Gowa untuk tidak berdiam diri, sebab kasus ini dinilai sebagai aib besar bagi masyarakat.

“Ini adalah aib bagi Kabupaten Gowa, tokoh adat dan para ulama di Kabupaten Gowa harus turun tangan dalam kasus ini karena menyangkut siri (malu) bagi masyarakat Gowa,” ujar Rahim, Koordinator aksi, saat dikonfirmasi Kompas.com melalui sambungan telepon.

Rahim menambahkan, “Ini adalah aib yang sungguh luar biasa bagi masyarakat Gowa, ingat kita mengenal budaya siri (malu) yang harus dijunjung tinggi apalagi aib tersebut diduga dilakukan oleh pemimpin.”

Di sisi lain, prosesi pemberangkatan ratusan calon jemaah haji tetap berjalan. Sebanyak 387 calon jemaah haji dari total 1.453 jemaah Kabupaten Gowa tahun 2026, diberangkatkan perdana dan tergabung dalam Kloter 5 Embarkasi Makassar.

Pelepasan ratusan calon jemaah haji ini dipimpin langsung oleh Bupati Gowa, Husniah Talenrang, di Masjid Raya Syech Yusuf. Alim Bahrik, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gowa, mengonfirmasi jumlah jamaah yang diberangkatkan.

“Total calon jemaah haji Kabupaten Gowa untuk tahun 2026 sebanyak 1.454 dan hari ini kami berangkatkan pertama sebanyak 387 jemaah,” kata Alim Bahrik kepada Kompas.com melalui sambungan telepon.

Polemik dan Rencana Tindak Lanjut

Kasus dugaan perselingkuhan yang melibatkan Bupati Gowa dengan salah satu konsultan politiknya ini telah menjadi perbincangan luas di masyarakat. Menanggapi situasi ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gowa berencana membentuk panitia khusus (Pansus) untuk mengusut dugaan tindakan asusila tersebut.

Meskipun demikian, Bupati Gowa, Husniah Talenrang, secara tegas membantah semua tudingan yang dialamatkan kepadanya. Dalam berbagai kesempatan, ia menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar dan tidak berdasar.

“Itu tidak benar dan informasi itu tidak berdasar,” tegas Husniah, sebagaimana disampaikan melalui rilis tertulis oleh Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Pemerintah Daerah Kabupaten Gowa.