Akses.co.id — Uni Eropa mewajibkan produsen perangkat elektronik untuk membuat baterai ponsel dan perangkat sejenisnya mudah dilepas dan diganti mulai tahun 2027. Aturan ini merupakan bagian dari undang-undang baru yang disahkan oleh Parlemen Eropa pada tahun 2023.
Peraturan tersebut, seperti dikutip dari TechRadar, mengharuskan produsen mempermudah proses pelepasan dan penggantian baterai pada perangkat seluler tanpa memerlukan alat khusus. Hal ini berlaku bagi 27 negara anggota Uni Eropa, termasuk Jerman, Prancis, Italia, dan Spanyol.
Apa yang Dimaksud dengan Baterai Mudah Dilepas?
Undang-undang ini tidak menuntut baterai yang bisa dilepas hanya dengan tangan dalam hitungan detik, seperti yang populer beberapa tahun lalu. Sebaliknya, persyaratan utamanya adalah baterai dapat diganti tanpa memerlukan alat khusus. Jika alat khusus dibutuhkan, alat tersebut harus disediakan secara gratis bersama dengan pembelian perangkat.
Artinya, produsen tidak diperbolehkan menggunakan sekrup khusus atau menanam baterai terlalu dalam hingga sulit diakses tanpa bantuan profesional. Kebijakan ini menjawab tren desain perangkat yang semakin menyegel baterai demi ketahanan air dan debu yang lebih baik.
Peraturan Meluas ke Berbagai Perangkat
Aturan baru ini tidak hanya terbatas pada ponsel. Bloomberg melaporkan bahwa kebijakan tersebut juga mencakup tablet, konsol gim, kacamata pintar, sepeda listrik, dan mainan. Namun, ada pengecualian untuk perangkat medis dan perangkat yang dirancang untuk penggunaan di bawah air.
Pengecualian untuk Daya Tahan Baterai Tertentu
Terdapat pengecualian bagi baterai yang memiliki daya tahan tinggi. Baterai yang mampu mempertahankan setidaknya 80 persen kapasitas setelah 1.000 siklus pengisian ulang tidak termasuk dalam kewajiban ini. Beberapa contoh perangkat yang dikabarkan memenuhi standar ini antara lain iPhone 15, iPhone 17 Pro Max, Google Pixel 10 Pro, Samsung Galaxy S26 Ultra, dan Nothing Phone 4a Pro.
Tujuan di Balik Kebijakan Uni Eropa
Langkah ini diambil Uni Eropa untuk mengurangi jumlah sampah elektronik. Diperkirakan lebih dari 150 juta ponsel dibuang setiap tahunnya. Dengan mempermudah penggantian baterai, diharapkan dapat mencegah penumpukan limbah elektronik yang semakin besar.
Saat ini, banyak ponsel memiliki baterai yang disegel di dalam perangkat, membuat biaya penggantian baterai hampir setara dengan membeli ponsel baru. Anggota Parlemen Eropa, Achille Variati, menyatakan bahwa peraturan baru ini akan membantu memutus siklus konsumsi yang berlebihan.
“Untuk pertama kalinya, kita memiliki peraturan ekonomi sirkular yang mencakup seluruh siklus hidup suatu produk, suatu pendekatan yang bermanfaat bagi lingkungan maupun perekonomian,” terang Variati.
Ia menambahkan,
“Kami telah menyepakati langkah-langkah yang sangat menguntungkan konsumen, baterai akan berfungsi dengan baik, lebih aman, dan lebih mudah dilepas.”
Ikuti Akses.co.id
