Money

Uji Coba B50 Pada Mesin Diesel, Dirjen Energi Baru: Sesuai Spesifikasi

Advertisement

Pemerintah Indonesia akan menerapkan penggunaan bahan bakar biodiesel B50 untuk mesin diesel mulai Juli 2026. Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi menyatakan bahwa hasil uji coba menunjukkan performa mesin diesel yang mengonsumsi B50 dinilai baik dan sesuai spesifikasi teknis.

“Kalau performa mesin, tadi dari laporannya tim teknis itu sesuai spesifikasi,” ujar Eniya, dikutip dari Kompas.com, Rabu (22/4/2026).

Uji coba yang melibatkan pabrikan otomotif ini mengonfirmasi bahwa kualitas B50 memenuhi standar Fatty Acid Methyl Ester (FAME) sebesar 49-50 persen. Angka setana, viskositas, dan kandungan gliserol dinyatakan memadai untuk dijadikan bahan bakar minyak (BBM). Selain itu, kadar air dalam B50 maksimal 300 ppm, sedikit lebih rendah dibandingkan B40 yang mencapai 320 ppm, dan masih berada dalam ambang batas yang dipersyaratkan.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyambut baik prospek implementasi B50 sebagai alternatif BBM diesel di Tanah Air.

“B50 kita mendukung program pemerintah dan itu sudah dilakukan. Sejauh ini hasil sementara yang menunjukkan hal yang cukup bagus. Mudah-mudahan ini juga menjadi alternatif tersendiri, karena mungkin B50 ini yang pertama kali di dunia,” kata Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara.

Implementasi B50 Dimulai Juli 2026

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan bahwa penerapan B50 dijadwalkan mulai 1 Juli 2026. Ia menjelaskan bahwa seluruh tahapan uji coba telah dilaksanakan selama enam bulan terakhir dan menunjukkan hasil yang sukses.

Advertisement

“B50 sudah hampir 6 bulan kita melakukan uji pakai di beberapa peralatan seperti alat berat, kapal, kereta api, kemudian truk, dan sekarang masih bergulir terus. Sampai dengan hari ini uji cobanya alhamdulillah cukup baik. Dan 1 Juli mulai diterapkan implementasi B50,” ungkap Bahlil pada Senin (6/4/2026).

Penerapan B50 diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor solar. Dalam konteks global yang dinamis, diversifikasi sumber energi menjadi langkah strategis pemerintah untuk menjamin pasokan BBM bagi sektor diesel, sekaligus menjaga stabilitas harga pangan agar tetap terjangkau oleh masyarakat.

“Inilah kenapa pemerintah dari awal itu mencari energi alternatif. Dulu kan kalian ketawain gue ketika mau canangkan untuk B50 dan ethanol. Bayangkan sekarang kalau tidak ada kita diversifikasi, kita mau berharap kepada siapa?” tegas Bahlil.

Sebelumnya, uji coba B50 telah diberitakan positif oleh Kompas.com dengan judul “Uji Coba B50 Dinilai Positif, Ini Kata Gaikindo” dan “B50 Siap Diterapkan Juli 2026, Bahlil: Kalau Tidak Diversifikasi Kita Berharap pada Siapa?”.

Advertisement