Otomotif

Uji Coba B50 Dinilai Positif, Ini Kata Gaikindo

Advertisement

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyambut positif prospek penerapan biodiesel campuran 50 persen atau B50 di dalam negeri. Penilaian ini didasarkan pada hasil uji coba awal yang menunjukkan performa bahan bakar ramah lingkungan tersebut sesuai dengan harapan.

“B50 kita mendukung program pemerintah dan itu sudah dilakukan. Sejauh ini hasil sementara yang menunjukkan hal yang cukup bagus. Mudah-mudahan ini juga menjadi alternatif tersendiri, karena mungkin B50 ini yang pertama kali di dunia,” ujar Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Kukuh menambahkan, capaian positif ini berpotensi menjadi keunggulan tersendiri bagi Indonesia. “Dengan hasil yang bagus, ini menjadi salah satu trademark tersendiri buat Indonesia,” tuturnya.

Dukungan terhadap program B50, menurut Kukuh, merupakan bagian dari komitmen industri otomotif untuk mendorong efisiensi energi sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Industri otomotif nasional dinilai perlu antisipasi terhadap potensi gejolak akibat ketidakpastian global, terutama dalam hal rantai pasok, biaya logistik, dan fluktuasi nilai tukar.

Hasil Uji Coba Sesuai Spesifikasi

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengonfirmasi bahwa hasil awal uji jalan B50 di sektor otomotif berjalan sesuai spesifikasi teknis. Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, menyatakan bahwa performa mesin kendaraan yang menggunakan B50 tidak menunjukkan kendala berarti.

Advertisement

“Kalau performa mesin, tadi dari laporannya tim teknis itu sesuai spesifikasi,” ungkap Eniya.

Hasil positif ini turut didukung oleh laporan dari pabrikan yang berpartisipasi dalam pengujian. Secara kualitas, B50 dinilai telah memenuhi standar dengan kandungan FAME berada di kisaran 49-50 persen. Parameter penting lainnya seperti kadar air, monogliserida, dan stabilitas oksidasi juga dilaporkan masih dalam ambang batas yang dipersyaratkan.

Menariknya, kadar air pada B50 tercatat maksimal 300 ppm, angka ini lebih rendah dibandingkan standar B40 yang mencapai 320 ppm. Dengan capaian awal ini, implementasi B50 semakin mendekati tahap kesiapan untuk digunakan secara lebih luas di Indonesia.

Advertisement