Akses.co.id — Kaylah Ann Price membuktikan bahwa perjalanan penurunan berat badan drastis tidak selalu memerlukan program mahal atau rutinitas gym yang intens. Dengan bobot awal mencapai 148 kilogram, ia berhasil mengurangi 73 kilogram hanya dengan mengandalkan langkah kaki dan perubahan gaya hidup sederhana.
Perempuan berusia 22 tahun ini mengaku bahwa pada titik terberatnya, aktivitas sehari-hari terasa sangat membebani. “Pada titik itu, berat saya sekitar 148 kilogram, dan semuanya terasa sakit,” ujarnya, seperti dikutip dari Women’s Health.
Bahkan, sekadar berdiri di kamar mandi atau menaiki satu anak tangga pun membuatnya kelelahan. Kondisi ini menjadi pemicu utama baginya untuk melakukan perubahan. “Saya tahu itu bukan tubuh yang ingin saya jalani seumur hidup,” tegasnya.
Jalan Kaki sebagai Titik Awal yang Realistis
Alih-alih langsung membebani diri dengan target ambisius, Kaylah memilih untuk memulai dengan langkah yang paling mudah diakses: berjalan kaki. Ia memulai rutinitas ini dengan durasi 30 menit setiap hari.
Awalnya, Kaylah mengakui bahwa berjalan selama setengah jam terasa sangat berat, seolah berlari di treadmill karena beban tubuh yang harus ditopang. Namun, ia tidak mematok target fantastis seperti 10.000 langkah sejak awal, melainkan fokus pada konsistensi.
Pendekatan bertahap ini memungkinkannya untuk perlahan meningkatkan durasi berjalan tanpa merasa terbebani. Dalam kurun waktu sekitar satu bulan, durasi jalan kakinya telah meningkat menjadi 45 menit hingga satu jam.
Kebiasaan Sederhana yang Mudah Diterapkan
Salah satu kunci keberhasilan Kaylah adalah kemudahan jalan kaki untuk diintegrasikan ke dalam rutinitas harian. Bekerja dari rumah sebagai karyawan call center, ia memanfaatkan waktu istirahat makan siang untuk berjalan di sekitar lingkungan tempat tinggalnya.
Kaylah menekankan bahwa olahraga tidak harus selalu berupa aktivitas yang melelahkan. Ia bahkan menyarankan aktivitas rumah tangga, seperti membersihkan rumah, sebagai cara tambahan untuk meningkatkan jumlah langkah harian. Pendekatan ini memungkinkannya tetap aktif tanpa harus mengubah jadwal secara drastis.
Ia juga menegaskan bahwa tidak diperlukan alat khusus atau keanggotaan gym untuk memulai perjalanannya. “Tidak perlu treadmill atau alat mahal, cukup mulai dari apa yang bisa dilakukan,” jelasnya. Dengan hanya mengandalkan langkah kaki dan aplikasi ponsel untuk memantau aktivitas, perjalanannya terasa lebih ringan dan tidak membebani secara finansial.
Peran Penting Pola Makan dan Dampak Positif
Selain peningkatan aktivitas fisik, Kaylah juga mulai memperhatikan asupan makanannya. Ia menyadari bahwa kunci utama penurunan berat badan tetap terletak pada pengaturan kalori. “Penurunan berat badan pada dasarnya terjadi saat kita mengonsumsi lebih sedikit kalori dari yang dibutuhkan tubuh,” ujarnya.
Menariknya, jalan kaki justru membantu mengontrol nafsu makan tanpa memicu rasa lapar berlebihan seperti latihan intens. Kebiasaan berjalan setelah makan juga berkontribusi pada proses pencernaan yang lebih nyaman.
Bagi Kaylah yang memiliki riwayat cedera lutut, jalan kaki menjadi pilihan yang aman. Aktivitas ini memungkinkan tubuhnya tetap bergerak tanpa memperparah kondisi fisiknya. Lebih dari itu, berjalan di luar ruangan memberikan dampak positif signifikan pada kesehatan mentalnya. Ia merasa lebih bersemangat setelah rutin bergerak dan terpapar sinar matahari, membantu keluar dari tekanan emosional yang sebelumnya dirasakan.
Kebiasaan Kecil yang Membawa Perubahan Besar
Seiring berjalannya waktu, kebiasaan berjalan kaki Kaylah berkembang menjadi bagian integral dari gaya hidupnya. Ia mulai mampu mencapai target langkah yang lebih tinggi, bahkan hingga puluhan ribu langkah per hari. Setelah beberapa bulan, ia melengkapi rutinitasnya dengan latihan kekuatan, namun jalan kaki tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga konsistensi penurunan berat badannya.
Kaylah menekankan bahwa hasil besar sering kali datang dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. “Lakukan hal kecil setiap hari yang mendekatkan pada tujuan, karena kebiasaan itulah yang bertahan lama,” pesannya.
Ikuti Akses.co.id
