Momen Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 tidak hanya menyisakan debaran bagi para calon mahasiswa, tetapi juga bagi orang tua yang turut mendampingi dan merasakan kecemasan.
Banyak orang tua yang memilih hadir langsung di lokasi ujian, bahkan rela menunggu hingga proses seleksi perguruan tinggi tersebut usai. Di Pusat UTBK Universitas Negeri Jakarta (UNJ), area khusus disediakan bagi para pengantar peserta untuk menunggu.
Salah satunya adalah Wina, seorang ibu yang tak henti melantunkan zikir sembari menunggu putrinya, Alika, mengikuti UTBK sesi 1 pada Kamis (23/4/2026) yang dimulai pukul 06.45 WIB.
Ditemani Seluruh Keluarga
Wina tidak datang sendirian. Suami dan kedua anaknya yang lain turut mengantar Alika, sang putri sulung.
“Tadi dari rumah jam 04.00. Adik-adiknya PJJ dan di rumah enggak ada yang jaga jadi dibawa akhirnya, udah biasa bangun pagi,” ujar Wina kepada Kompas.com.
Keluarga ini tiba di lokasi ujian sekitar pukul 05.00. Mengingat Wina dan suaminya berwirausaha, mereka tidak terikat dengan jam kerja.
Wina menuturkan, Alika memiliki impian untuk melanjutkan studi ke jenjang Sarjana di Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Universitas Diponegoro (Undip). Pilihan keduanya adalah UNJ dengan jurusan serupa.
Persiapan Alika menjelang UTBK, menurut Wina, sangat matang. “Luar biasa ya persiapannya. Belajarnya, ikut bimbel juga. Setelah selesai ujian dari sekolah dia fokus untuk ujian UTBK ini,” kata Wina.
Doa tak pernah putus dipanjatkan Wina, bahkan sejak beberapa hari sebelum jadwal ujian putrinya. “Tapi hasilnya kan kita enggak tahu, yang penting saya sudah berdoa aja,” ucapnya.
Hal serupa dirasakan Kenward Simatupang, pelajar asal Bekasi, yang datang bersama ayahnya, Naek Simatupang. Kenward dijadwalkan mengikuti UTBK sesi 2 yang seharusnya dimulai pukul 12.30.
Kenward dan ayahnya tiba di lokasi ujian dua setengah jam sebelum waktu yang ditentukan. “Saya yang mau temenin. Anaknya juga minta,” kata Naek, yang berprofesi sebagai wiraswasta.
Kenward bercita-cita kuliah di jurusan Akuntansi, Universitas Indonesia (UI) atau Universitas Padjadjaran (Unpad). Ia mengaku telah mengikuti bimbingan belajar (bimbel) yang berfokus pada persiapan masuk perguruan tinggi negeri sejak awal kelas 12.
Bimbel Intensif dan Dukungan Ayah
Selain bimbel, sekolah Kenward juga kerap mengadakan pelajaran tambahan khusus untuk UTBK.
“Karena bimbelnya intensif, jadi belajarnya dari jam 3 sore sampai jam 8 malam. Pulang ke rumah review-review lagi satu jam. Jadi sehari bisa lima jam lebih (belajar),” jelas Kenward.
Kenward merasa senang diantar dan ditemani ayahnya, sehingga ia tidak perlu memikirkan urusan transportasi pergi dan pulang dari lokasi ujian.
Ketika terjadi kendala pemadaman listrik, Naek tak menampik adanya kekhawatiran terhadap jadwal ujian putranya. Sesi 2 yang seharusnya dimulai pukul 12.30 akhirnya harus mundur menjadi pukul 14.30.






