— Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan menjamu para pemenang kontes koin meme $TRUMP di kediamannya, Mar-a-Lago, Florida, pada Sabtu (25/4/2026). Acara ini akan memberikan akses langsung kepada para pemegang token terbesar, meskipun nilai aset tersebut dilaporkan mengalami penurunan tajam.

Sebanyak 297 pemegang token teratas rencananya akan hadir dalam pertemuan yang disebut Trump sebagai konferensi kripto dan bisnis “paling eksklusif” di dunia. Ia sendiri dijadwalkan menyampaikan pidato utama dalam acara tersebut.

Dari jumlah tersebut, 29 peserta teratas akan mendapatkan akses khusus ke “resepsi VIP khusus dan pesta sampanye” bersama presiden. Acara ini berlangsung di tengah meningkatnya sorotan terhadap bisnis kripto keluarga Trump, yang telah mendorong politisi Partai Demokrat untuk mendorong penyelidikan atas potensi konflik kepentingan.

Sorotan Etika dan Keuangan

Para pengamat etika menilai langkah Trump menjamu pemegang token kripto keluarga tidak lazim bagi seorang presiden aktif. Mereka berpendapat bahwa tindakan ini dapat dianggap mencampurkan jabatan publik dengan bisnis kripto keluarga, terutama di saat pemerintah sedang berupaya membentuk kebijakan terkait aset kripto di Amerika Serikat.

Meskipun banyak investor ritel dilaporkan mengalami kerugian sejak peluncuran token $TRUMP, keluarga Trump tercatat meraih keuntungan signifikan. Sebuah investigasi oleh Reuters menyebutkan nilai keuntungan tersebut mencapai lebih dari 1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 17,25 triliun. Angka ini mencakup setidaknya 336 juta dollar AS (sekitar Rp 5,79 triliun) dari penjualan koin meme pada paruh pertama tahun 2025, dengan potensi keuntungan lain yang belum terealisasi.

Menanggapi kekhawatiran tersebut, juru bicara Gedung Putih Anna Kelly menyatakan kepada Reuters bahwa aset Presiden Trump berada dalam perwalian yang dikelola oleh anak-anaknya. Ia menambahkan bahwa presiden bertindak untuk kepentingan publik dan “tidak ada konflik kepentingan.”

Sebelumnya, kontes serupa juga telah menuai kritik. Acara tahun lalu digelar di sebuah klub golf dekat Washington DC. Konferensi kripto yang diadakan pada Februari di Mar-a-Lago, yang diselenggarakan oleh Eric Trump dan Donald Trump Jr, juga menarik perhatian publik.

Mekanisme Kontes dan Hadiah

Penilaian dalam kontes ini tidak hanya didasarkan pada kepemilikan token. Peserta juga memperoleh poin dari pembelian produk bermerek Trump, seperti sepatu, jam tangan, dan parfum, yang dilakukan dalam periode 12 Maret hingga 14 April.

Para pemenang kontes akan mendapatkan hadiah berupa berbagai merchandise, termasuk poster, kartu koleksi, jam tangan “Fight Fight Fight Red Beauty,” dan parfum.

Penurunan Nilai Token dan Kekhawatiran Investor

Saat ini, nilai token $TRUMP dilaporkan mendekati titik terendah. Pada saat kontes ditutup, harga token berada di angka 2,81 dollar AS atau sekitar Rp 48.500. Angka ini merupakan penurunan drastis dari puncaknya yang mencapai 75 dollar AS atau sekitar Rp 1,29 juta saat peluncuran awal pada tahun 2025.

Data dari perusahaan analitik Nansen menunjukkan total kepemilikan 297 pemenang kontes ini senilai sekitar 29 juta dollar AS atau Rp 500 miliar. Jumlah ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan kepemilikan pada kontes pertama di tahun 2025 yang mencapai sekitar 148 juta dollar AS atau Rp 2,55 triliun.

“Kontras dengan peluncuran tahun lalu sangat mencolok,” tulis Nansen dalam laporannya. Nansen menambahkan bahwa investor awal cenderung menahan token dan mendorong harga naik. “Kontes 2026 menghasilkan aktivitas sesaat, tetapi tidak dengan keyakinan yang sama seperti yang kita lihat pada tahun 2025. Permintaan tidak bertahan lama.”

Koin meme sendiri dikenal sebagai aset yang pergerakan harganya sangat dipengaruhi oleh tren dan sentimen pasar, sering kali diikuti oleh penurunan tajam karena tidak memiliki nilai fundamental yang jelas.

Keterlibatan Justin Sun dan Gugatan

Data blockchain menunjukkan bahwa salah satu dompet terbesar yang terkait dengan miliarder kripto Justin Sun kembali menempati posisi teratas dalam kontes ini. Sun sebelumnya juga menggugat World Liberty Financial, perusahaan kripto utama yang terafiliasi dengan keluarga Trump, dengan tuduhan asetnya dibekukan. Sejumlah investor lain juga dilaporkan mengeluhkan kurangnya transparansi dan respons dari perusahaan tersebut.

Menanggapi gugatan tersebut, CEO World Liberty Zach Witkoff menyebut klaim tersebut “tidak berdasar” dan menuding adanya pelanggaran dari pihak Sun. Sun sendiri belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait hal ini.