Tekno

Trump Sebut Tim Cook Lebih Hebat dari Steve Jobs, Fanboy Apple Geram

Advertisement

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memicu kontroversi setelah menyebut Tim Cook lebih hebat dari pendiri Apple, Steve Jobs, dalam sebuah unggahan di media sosial Truth Social. Pernyataan ini muncul di tengah kabar mundurnya Cook dari kursi CEO Apple pada 1 September 2026, namun justru memicu perdebatan sengit di kalangan penggemar teknologi dan pendukung mendiang Steve Jobs.

Dalam unggahannya, Trump secara terang-terangan meremehkan kontribusi Steve Jobs jika masih hidup. “Jika Steve tidak diambil dari planet Bumi di usia yang begitu muda, dan memimpin perusahaan alih-alih Tim, perusahaan ini akan berjalan baik, tetapi kesuksesannya tidak akan bisa mendekati apa yang telah dicapai di bawah Tim,” tulis Trump, Selasa waktu setempat.

Klaim tersebut langsung menuai kritik keras. Banyak pihak menilai Trump hanya mengukur kesuksesan Apple dari sisi kapitalisasi pasar saham dan mengabaikan peran fundamental Steve Jobs dalam inovasi yang menyelamatkan perusahaan dari kebangkrutan. Analogi yang muncul menyamakan pujian terhadap Cook dengan memuji manajer restoran yang melipatgandakan keuntungan, namun mengabaikan koki yang menciptakan resep utamanya.

Secara faktual, Steve Jobs adalah visioner di balik produk revolusioner seperti iPhone, yang menjadi penyelamat Apple. Tanpa inovasi Jobs, Tim Cook tidak akan memiliki produk untuk dioptimalkan. Sementara itu, Tim Cook diakui sebagai eksekutor ulung dan maestro rantai pasok. Di bawah kepemimpinannya, valuasi Apple meroket dari 350 miliar dollar AS menjadi 4 triliun dollar AS berkat optimalisasi produksi dan ekspansi pasar.

Pujian untuk Cook memang valid, namun meremehkan peran Jobs dinilai sebagai klaim berlebihan yang sengaja dibuat untuk menciptakan sensasi.

Kisah Awal Hubungan Trump dan Cook

Di luar kontroversi tersebut, Trump juga mengungkap awal kedekatannya dengan Tim Cook yang berawal dari sebuah panggilan telepon di awal masa kepresidenannya. Trump mengklaim Cook menghubunginya untuk meminta bantuan menyelesaikan masalah besar yang hanya bisa ditangani oleh seorang presiden.

Advertisement

“Saat saya mendapat telepon itu, saya bilang, ‘Wow, ini Tim Apple (Cook!) yang menelepon, betapa hebatnya itu?’ Saya sangat bangga pada diri saya sendiri karena bos Apple menelepon untuk ‘mencari muka’ kepada saya,” kenang Trump.

Trump mengklaim telah memberikan “3 atau 4 Bantuan Besar” yang membantu menyelesaikan masalah Apple dengan cepat. Ia juga bercanda bahwa permintaan Cook terkadang terlalu agresif, namun tetap memuji Cook sebagai “pria yang luar biasa!!!”

Peran Cook Pasca-Jabatan CEO

Meskipun akan lengser dari jabatan CEO pada 1 September 2026, Tim Cook tidak sepenuhnya lepas tangan dari Apple. Ia akan bertransisi menjadi Executive Chairman, di mana ia akan tetap membantu perusahaan dalam urusan makro, termasuk berinteraksi dengan pembuat kebijakan global. Hal ini memungkinkan CEO baru, John Ternus, untuk fokus pada bisnis dan pengembangan produk AI.

Penghormatan dari Pesaing

Kontras dengan gaya Trump, para petinggi raksasa teknologi lain memberikan ucapan selamat yang elegan kepada Tim Cook.

  • Sundar Pichai (CEO Google): “Selalu menyenangkan bisa bertukar pikiran dengan Anda. Selamat untuk John.”
  • Satya Nadella (CEO Microsoft): “Sungguh perjalanan yang luar biasa. Sangat menyenangkan bisa berpartner dengan Anda selama bertahun-tahun.”
  • Sam Altman (CEO OpenAI): Mendeskripsikan Cook sebagai “manusia paling baik, teladan nyata dari kepemimpinan yang tulus, teguh pada prinsip, dan eksekusi yang konsisten.”
Advertisement