— Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim Iran telah meminta Washington untuk membuka kembali Selat Hormuz, sembari menyatakan bahwa rezim di Teheran berada dalam “keadaan keruntuhan” dan sedang berupaya menentukan kepemimpinan mereka.

“Iran baru saja memberi tahu kami bahwa mereka berada dalam ‘Keadaan Keruntuhan’,” tulis Trump di platform media sosial Truth Social pada Selasa (28/4/2026). Ia menambahkan, “Mereka ingin kami ‘Membuka Selat Hormuz’ sesegera mungkin, sementara mereka mencoba mencari solusi untuk situasi kepemimpinan mereka (yang saya yakini akan dapat mereka lakukan!).”

Dalam unggahannya, Trump tidak merinci pihak Iran yang menyampaikan pesan tersebut kepadanya, maupun menjelaskan lebih lanjut mengenai makna spesifik dari pernyataan itu.

Trump Klaim Serangan AS-Israel Ubah Rezim Iran

Klaim Trump muncul di tengah ketidakpastian mengenai dampak serangan gabungan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Trump sebelumnya berulang kali menyatakan bahwa operasi militer tersebut berhasil mengubah rezim di Teheran.

Meskipun demikian, hingga kini belum ada indikasi perubahan rezim yang jelas, di tengah beragam sinyal dari para pemimpin militer dan politik.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio kepada Fox News pada Senin (27/4/2026) menyatakan kekhawatirannya bahwa rezim Teheran berpotensi menghasilkan senjata nuklir. “Pada suatu saat di masa depan jika rezim ulama radikal ini tetap berkuasa di Iran, mereka akan memutuskan bahwa mereka menginginkan senjata nuklir,” ujarnya. Ia menegaskan, “Masalah mendasar itu masih harus dihadapi. Itu tetap menjadi inti permasalahan di sini.”

Iran Ajukan Proposal Perdamaian Baru

Sebelumnya, Trump sempat mengisyaratkan bahwa ia kemungkinan besar tidak akan menerima proposal terbaru Iran untuk mengakhiri konflik. Teheran dilaporkan telah mengajukan rencana yang akan membuka kembali Selat Hormuz, sementara pertanyaan mengenai program nuklir mereka akan diserahkan untuk negosiasi lebih lanjut.

Melalui Pakistan, Iran telah menyampaikan pesan tertulis kepada Washington yang menguraikan garis merahnya dalam negosiasi, termasuk isu nuklir dan Selat Hormuz.

Gedung Putih, menurut laporan AFP pada Selasa (28/4/2026), menyatakan bahwa mereka sedang meneliti proposal terbaru Iran untuk membuka blokade Selat Hormuz.

Negosiasi perdamaian antara AS dan Iran untuk mengakhiri perang dan membuka kembali selat vital tersebut sejauh ini belum membuahkan hasil berarti sejak diberlakukannya gencatan senjata. Namun, pada Senin, Presiden AS Donald Trump dilaporkan telah bertemu dengan para penasihat keamanan utama Gedung Putih untuk membahas proposal terbaru tersebut.