Akses.co.id — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan gagasan proyek renovasi di ibu kota negara, kali ini menyasar kolam refleksi di kawasan Lincoln Memorial yang dikritiknya kotor dan tidak terawat. Rencananya, kolam ikonik tersebut akan dilapisi dengan warna “biru bendera Amerika” sebagai bagian dari upaya mempercantik monumen di Washington, D.C..
Ide proyek ini, menurut Trump, muncul setelah seorang temannya dari Jerman memberikan kritik pedas saat berkunjung. “Dia berkata, ‘kotor sekali. Airnya terlihat menjijikkan. Itu tidak mewakili negara ini,'” ujar Trump menirukan ucapan temannya, seperti dikutip dari NBC News, Minggu (26/4/2026).
Tak lama sebelum acara tersebut, Trump juga mengunggah video di platform Truth Social yang menampilkan kondisi kolam sepanjang lebih dari 2.000 kaki itu. Dalam video tersebut, ia menyatakan bahwa kolam tersebut tidak berisi air akibat kondisinya yang buruk. “Kotor sekali, dan bocor seperti saringan selama bertahun-tahun,” katanya.
Trump menambahkan bahwa ia telah meninjau langsung kondisi kolam tersebut bersama Secret Service dan sejumlah orang. “Jadi saya benar-benar pergi ke sana, pergi bersama Secret Service dan sekelompok orang, dan saya melihatnya,” ungkapnya.
Alternatif Renovasi dengan Biaya Terjangkau
Awalnya, Trump menyebut ada rencana untuk mengganti seluruh granit kolam. Namun, proyek tersebut diperkirakan memakan biaya hingga 300 juta dollar AS dan membutuhkan waktu lebih dari tiga tahun. Sebagai solusi, Trump memilih pendekatan yang lebih efisien.
Ia menunjuk kontraktor pilihannya untuk melakukan pembersihan dan perbaikan struktur yang ada, dilanjutkan dengan pelapisan menggunakan material baru. “Kami membersihkan permukaan granit yang ada sejak tahun 1922. Kemudian kami mengisi celah-celah granit, memperbaikinya,” jelas Trump.
Proses perbaikan ini ditargetkan rampung dalam waktu sekitar dua minggu. “Butuh waktu sekitar dua minggu, dan sekarang kami memiliki permukaan yang bagus dan bersih yang akan kami lapisi dengan lapisan kolam renang kelas industri,” katanya.
Estimasi biaya untuk proyek ini berkisar antara 1,5 juta hingga 2 juta dollar AS, dengan target penyelesaian sebelum perayaan 4 Juli, bertepatan dengan ulang tahun ke-250 Amerika Serikat. “Dalam beberapa minggu lagi, kita akan memiliki kolam renang reflektif terindah di antara Monumen Washington dan Monumen Lincoln yang pernah Anda lihat,” klaim Trump.
Konteks Historis dan Proyek Trump Lainnya
Rencana renovasi kolam refleksi ini bukan kali pertama diungkapkan Trump. Sebelumnya, ia juga membahas perbaikan tersebut bersama Menteri Dalam Negeri Doug Burgum melalui unggahan di Truth Social.
Kolam refleksi yang terbentang di antara Washington Monument dan Lincoln Memorial ini memiliki nilai historis yang signifikan. Salah satu momen paling berkesan yang pernah terjadi di lokasi ini adalah pidato “I Have a Dream” oleh Martin Luther King Jr..
Renovasi besar terakhir yang dilakukan pada kolam ini terjadi pada tahun 2012, memakan biaya sekitar 34 juta dollar AS dan memakan waktu pengerjaan hampir dua tahun.
Upaya renovasi kolam refleksi ini merupakan bagian dari serangkaian proyek konstruksi yang digagas Trump di Washington. Di antaranya adalah pembangunan ruang dansa dan bunker militer senilai 400 juta dollar AS di Sayap Timur Gedung Putih, serta renovasi besar di John F. Kennedy Center for the Performing Arts.
Ikuti Akses.co.id
