— JAKARTA, KOMPAS.com — Kondisi trotoar di Jalan Jaksa, Jakarta Pusat, yang kerap dijadikan tempat parkir kendaraan, kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah video viral di media sosial. Rekaman tersebut menunjukkan sejumlah mobil dan sepeda motor memadati trotoar, secara signifikan menghambat akses bagi pejalan kaki.

Video viral yang diunggah oleh akun Instagram @ijoeel ini, secara spesifik menyoroti area trotoar yang berdekatan dengan Kantor Kelurahan Kebon Sirih. Sang pengunggah video mengklaim telah melaporkan dugaan pelanggaran ini kepada pihak kelurahan.

“Ngadu di Kantor Kelurahan terdeket dari Balai Kota, Seharusnya PTSP di kantor pemerintahan itu melayani warga yang pengen curhat aduan, tapi, kenyataannya yak dilempar-lempar,” demikian keterangan yang ditulis oleh akun @ijoeel.

Pantauan di Lokasi

Namun, berdasarkan pantauan Kompas.com pada Minggu (26/4/2026) pagi, situasi di lokasi menunjukkan perbedaan. Tidak terlihat lagi adanya mobil yang parkir di atas trotoar. Kendati demikian, beberapa sepeda motor masih terlihat terparkir di area trotoar, khususnya di depan sejumlah warung makan yang berjejer.

Sementara itu, kendaraan roda empat umumnya terparkir di area parkir resmi yang tersedia di masing-masing gedung atau tempat usaha di sepanjang Jalan Jaksa.

Kesaksian Pedagang dan Warga

Agus (40), seorang pedagang di sekitar lokasi, menjelaskan bahwa kawasan Jalan Jaksa cenderung sepi pada akhir pekan. Kondisi ini berbanding terbalik dengan hari kerja, ketika aktivitas perkantoran di area tersebut meningkat.

“Kalau Sabtu dan Minggu pasti sepi di sini. Tapi pas hari kerja ya pasti padat dan ada yang parkir di trotoar,” ujar Agus saat ditemui di Jalan Jaksa, Minggu.

Agus mengaku tidak memiliki informasi pasti mengenai asal kendaraan yang parkir di trotoar, namun ia sering menyaksikan fenomena tersebut terjadi pada hari kerja.

“Saya enggak tahu pasti, karena saya keliling, tapi stand by di sekitar sini. Mobil-mobil itu biasanya dari kantor dekat sini sama yang makan di sekitar sini kalau hari biasa,” tambahnya.

Senada dengan Agus, Bima (26), seorang warga sekitar, juga kerap melihat kendaraan parkir di trotoar saat hari kerja.

“Kalau saya sering lewat sini, memang banyak kalau hari biasa. Tapi kalau Minggu begini sepi. Saya sering lewat sini karena tinggal dekat sini,” ungkap Bima.

Bima berharap agar praktik parkir liar di trotoar dapat dihentikan. Ia menekankan pentingnya trotoar sebagai jalur pejalan kaki, terutama mengingat banyaknya aktivitas warga di area tersebut.

“Ya kalau bisa parkir di tempat lain saja. Ini banyak yang jalan, karena dekat perkantoran. Bahaya juga kalau pejalan kaki sampai turun ke jalan,” tandasnya.