Otomotif

Transjabodetabek Ikuti Jejak Transjakarta: Beralih ke Bus Listrik

Advertisement

Layanan bus Transjabodetabek berencana mengikuti jejak Transjakarta dengan beralih menggunakan kendaraan listrik. Langkah ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengurangi emisi karbon.

Transjabodetabek merupakan layanan bus rapid transit (BRT) yang menghubungkan pusat kota Jakarta dengan wilayah penyangga, meliputi Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Kepala Divisi Transformasi dan Manajemen Perubahan Transjakarta, Gatot Indra Koswara, menjelaskan bahwa Transjakarta secara bertahap telah bertransformasi menjadi armada listrik.

“Maka dari itu layanan Transjabodetabek juga akan menggunakan layanan bus listrik,” ujar Gatot beberapa waktu lalu kepada Kompas.com.

Gatot meyakini bahwa bus listrik mampu memenuhi kebutuhan operasional Transjabodetabek, bahkan untuk rute jarak jauh. Ia merujuk pada performa bus listrik yang telah terbukti di layanan Transjakarta.

“Karena tadi sebenarnya bisa dibuktikan bus listrik itu jangkauan kilometernya juga cukup, nggak kalah sama bus konvensional. Kapasitas baterai juga cukup besar, efisiensi energinya juga cukup oke, secara range jangkauannya juga cukup oke,” jelasnya.

Advertisement

Rute Terjauh Menjadi Tolok Ukur

Saat ini, layanan Transjabodetabek mencakup total 16 rute. Rute terjauh yang dilayani adalah Bogor (Terminal Baranangsiang) – Blok M (P11), dengan panjang lintasan mencapai 113,3 kilometer.

Meskipun jarak tempuh rute tersebut cukup jauh, Gatot optimistis bus listrik dapat diandalkan. “Jadi kalau ditanya apakah bisa bus Transjabodetabek pakai bus listrik? kenapa tidak?” tegasnya.

Sebagai gambaran, pengadaan bus listrik untuk Transjakarta ditargetkan mencapai 470 unit pada akhir tahun 2025.

Advertisement