Akses.co.id — YOGYAKARTA – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta kini diwajibkan mengikuti kegiatan kerja bakti setiap hari Jumat. Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menegaskan bahwa para ASN harus membawa peralatan kerja bakti sendiri dari rumah, termasuk sapu dan pacul.
Kegiatan ini akan dilaksanakan rutin setiap Jumat, dimulai dari pukul 07.00 hingga 08.30 WIB. Hasto Wardoyo meminta setiap ASN membawa minimal dua jenis alat. Satu di antaranya wajib adalah sapu, sementara alat lainnya dapat dipilih sendiri, seperti sabit, pacul, atau gatul.
“Minimal dua alat. Satu sapu, satunya lagi boleh memilih membawa sabit, pacul, gatul, atau yang lain. Jangan sampai saat kerja bakti malah hanya pegang Hp untuk selfie,” ujar Hasto Wardoyo pada Jumat (24/4/2026).
Alat-alat kebersihan yang dibawa tersebut tidak akan dikumpulkan ke dinas, melainkan dibawa pulang kembali oleh ASN untuk digunakan di rumah dan dibawa lagi pada kegiatan kerja bakti di pekan berikutnya. Hasto menambahkan, mayoritas sampah yang akan ditemukan saat kerja bakti adalah daun kering, rumput liar, dan sampah organik lainnya.
Ia menekankan pentingnya mencabut rumput hingga ke akar, bukan sekadar memotongnya. Hal ini bertujuan agar area yang dibersihkan tetap rapi dalam jangka waktu lebih lama.
“Rumput itu lebih bagus dicabut daripada dipotong. Kalau dicabut, minggu depan masih bersih. Kalau dipotong, cepat tumbuh lagi,” jelasnya.
Selain itu, Hasto meminta setiap kelompok kerja bakti untuk menyiapkan karung atau plastik guna menampung sampah yang terkumpul. Ia menyebutkan bahwa biaya penyediaan karung relatif murah dan dapat disiapkan secara mandiri oleh masing-masing kelompok.
Ribuan ASN Dilibatkan dalam Kerja Bakti Massal
Pada Jumat (24/4/2026), kerja bakti massal yang melibatkan sekitar 4.500 ASN Pemkot Yogyakarta dilaksanakan di 150 titik yang tersebar di seluruh jalan di Kota Yogyakarta. Fokus utama kegiatan ini adalah mencabut dan membersihkan rumput liar serta sampah daun di sepanjang jalan yang menjadi area pembersihan.
Sampah yang terkumpul kemudian dimasukkan ke dalam kantong dan selanjutnya akan diambil oleh petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta.
Gerakan Jogja Berhati Nyaman di Kotagede
Di wilayah Kemantren Kotagede, Mantri Pamong Praja, Komaru Ma’arif, melaporkan bahwa gerakan “Jogja Berhati Nyaman, Jogja Bersih Sehat” melalui kerja bakti gotong royong dilaksanakan di 9 titik lokasi. Titik-titik tersebut meliputi Jalan Gedongkuning utara-selatan, Kemasan, Karanglo, Nyi Pembayun, Ngeksigondo, Purbayan, Ki Penjawi, dan Rejowinangun.
“Kita bersama teman-teman dari kemantren, kelurahan, dan teman-teman OPD instansi terkait bersama-sama gotong royong membersihkan rumput-rumput di sepanjang jalan sembilan titik,” kata Komaru.
Kegiatan kerja bakti ini tidak hanya berfokus pada pembersihan fisik, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk turut menjaga kebersihan lingkungan masing-masing.
“Harapan kami Yogya betul-betul berhati nyaman, bersih, masyarakatnya tinggal nyaman, wisatawan yang datang senang karena bersih,” ujar Komaru.
Ikuti Akses.co.id
