— KENDAL, Kompas.com — Penemuan kerangka manusia misterius di ladang Desa Pidodo Wetan, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, mulai menemui titik terang. Kepolisian Resor Kendal telah mengantongi data awal hasil pemeriksaan forensik yang dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Semarang.

Humas Polres Kendal, Inspektur Polisi Satu Deni Herawan, menjelaskan bahwa berdasarkan pemeriksaan sementara, kerangka tersebut dipastikan berjenis kelamin laki-laki. Perkiraan usianya berkisar antara 17 hingga 25 tahun.

“Itu data sementara yang kami peroleh dari RS Bhayangkara,” ujar Deni, Sabtu (25/4/2026).

Identifikasi Awal Korban

Selain jenis kelamin dan rentang usia, petugas kepolisian juga berhasil mengidentifikasi beberapa ciri fisik lain dari kerangka tersebut. Korban diperkirakan memiliki tinggi badan sekitar 154 hingga 160 sentimeter dan memiliki ciri ras Mongoloid.

Penemuan kerangka ini pertama kali terjadi pada Kamis (23/4/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. Seorang petani bernama Ali Imron, warga Desa Korowelang Kulon, Kecamatan Cepiring, menemukan kerangka tersebut saat hendak menuju ladangnya. Lokasi penemuan berada di area ladang milik warga bernama Indiari alias Andik di Dukuh Malangsari, Desa Pidodo Wetan.

Menyadari adanya temuan tak biasa, Ali Imron segera melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat desa. Laporan itu kemudian diteruskan kepada pihak kepolisian.

Proses Olah Tempat Kejadian Perkara

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas dari Polsek Patebon bersama Unit Reskrim, Tim Inafis Polres Kendal, Bhabinkamtibmas, serta Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kendal segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil pemeriksaan awal di TKP, petugas menemukan sejumlah bagian kerangka manusia. Bagian yang ditemukan meliputi tengkorak, rahang, tulang paha, tulang kaki, rusuk, tulang tangan, hingga tulang belakang.

Bersamaan dengan penemuan kerangka, petugas juga menemukan beberapa potong pakaian. Pakaian tersebut terdiri dari baju lengan panjang berwarna hijau-kuning, celana pendek bermotif hitam, serta celana panjang berwarna hitam.

Seluruh temuan, baik kerangka maupun pakaian, kemudian dievakuasi menuju RS Bhayangkara Semarang untuk dilakukan pemeriksaan forensik lebih lanjut. Polisi juga telah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, termasuk pemilik lahan dan warga yang tinggal di sekitar lokasi penemuan.

“Hingga saat ini masih dalam penyelidikan. Kami juga menunggu hasil forensik lanjutan dari RS Bhayangkara,” tutup Deni.