Akses.co.id — Pembangunan kawasan hunian baru di Jalan Nanjung, Desa Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, mulai melakukan serah terima unit kepada para pembeli. Langkah ini diharapkan dapat membantu menekan angka backlog perumahan yang masih tinggi di Jawa Barat.
Direktur Utama Parahyangan Garden City, Samuel Koshan, menyatakan bahwa serah terima kunci ini menandai penyelesaian pembangunan tahap pertama dan awal terbentuknya lingkungan hunian baru. “Ini menjadi awal terbentuknya lingkungan hunian bagi para pembeli yang sudah melakukan akad sebelumnya,” ujar Samuel pada Sabtu (25/4/2026).
Pengembangan kawasan seluas sekitar 12 hektar ini mengusung konsep terpadu yang terbagi dalam tiga klaster. Klaster Isana menjadi tahap pertama yang diserahterimakan, dengan tingkat penjualan diklaim telah mencapai sekitar 90 persen.
Samuel menambahkan, pihaknya menawarkan harga yang kompetitif dengan nilai tambah pada fasilitas dan kualitas bangunan. “Harga kami pasti kompetitif. Tetapi kita punya nilai lebih fasilitas dan kualitas,” jelasnya.
Menjawab Kebutuhan Hunian di Jawa Barat
Hadirnya proyek hunian baru ini dinilai sangat relevan dengan tingginya angka backlog perumahan di Jawa Barat. Data Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025 mencatat sekitar 2,1 juta rumah tangga di Jawa Barat belum memiliki hunian tetap.
Secara nasional, angka backlog perumahan pada 2025 tercatat sebesar 9,6 juta, mengalami penurunan dari 9,9 juta pada tahun sebelumnya. “Semoga dengan hadirnya perumahan ini jadi alternatif pilihan bagi warga yang belum punya hunian, karena angka backlog kita masih besar,” papar Samuel.
Pembangunan kawasan perumahan baru di Margaasih ini merupakan salah satu upaya untuk menambah pasokan hunian. Hal ini penting mengingat wilayah penyangga Kota Bandung terus mengalami pertumbuhan penduduk.
Akses dan Fasilitas Pendukung
Secara lokasi, kawasan ini memiliki keunggulan aksesibilitas yang baik. Lokasinya terhubung dengan sejumlah jalur utama, termasuk akses menuju pintu Tol Baros dan Tol Margaasih. Selain itu, fasilitas umum di sekitarnya juga telah memadai, meliputi sekolah, layanan kesehatan, hingga pusat aktivitas ekonomi warga.
Selain unit hunian, pengembang juga menyiapkan area komersial yang rencananya akan mulai dipasarkan dalam waktu dekat. Untuk pembiayaan, proyek ini telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perbankan dalam menyediakan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Salah satu pembeli, Oki Riawan (38), mengaku telah menerima kunci rumahnya dan berencana segera menempati unit tersebut. “Lokasinya dekat dengan tempat kerja, jadi memudahkan aktivitas sehari-hari,” katanya.
Ikuti Akses.co.id
