Akses.co.id — KENDAL, KOMPAS.com – Warga Desa Pidodo Wetan, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, digegerkan dengan penemuan kerangka manusia di area ladang pada Kamis (23/4/2026) pagi. Penemuan mengejutkan ini pertama kali dilaporkan oleh seorang petani yang sedang melintas di lokasi kejadian.
Humas Polres Kendal, Iptu Deni Herawan, mengonfirmasi bahwa kerangka tersebut ditemukan sekitar pukul 10.30 WIB oleh Ali Imron, seorang warga Desa Korowelang Kulon. Saat itu, saksi sedang dalam perjalanan menuju ladangnya di Dukuh Malangsari ketika ia secara tidak sengaja melihat tulang-belulang manusia berserakan.
“Mengetahui temuan tersebut, pelapor segera memberitahukan kepada perangkat desa setempat yang kemudian diteruskan ke Polsek Patebon,” ujar Iptu Deni, Jumat (24/4/2026).
Olah TKP dan Temuan Pakaian di Lokasi
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Polsek Patebon, Unit Reskrim, Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polres Kendal, serta petugas Palang Merah Indonesia (PMI) segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas berhasil mengamankan sejumlah bagian kerangka, termasuk tulang tengkorak, rahang, tulang paha, rusuk, hingga tulang belakang.
Selain sisa-sisa jasad, polisi juga menemukan beberapa helai pakaian yang diduga kuat milik korban di sekitar lokasi. Pakaian tersebut meliputi:
- Baju lengan panjang berwarna hijau kuning.
- Celana pendek hitam bermotif.
- Celana panjang berwarna hitam.
“Selanjutnya, kerangka tersebut dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan forensik guna mengungkap identitas serta penyebab kematian,” jelas Iptu Deni.
Polisi Dalami Keterangan Saksi dan Cari Titik Terang
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian telah melakukan pendalaman dengan meminta keterangan dari sejumlah saksi. Di antaranya adalah Indiari, pemilik lahan tempat kerangka ditemukan, serta warga sekitar. Tujuannya adalah untuk mencari titik terang mengenai asal-usul kerangka tersebut.
Identitas korban hingga kini belum dapat dipastikan mengingat kondisi jenazah yang sudah tidak utuh dan hanya menyisakan tulang belulang.
Pihak Polres Kendal mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri pakaian yang ditemukan untuk segera melaporkan diri. Hal ini diharapkan dapat membantu mempercepat proses identifikasi.
“Kami masih melakukan penyelidikan intensif dan menunggu hasil forensik dari RS Bhayangkara untuk langkah hukum selanjutnya,” pungkas Iptu Deni.
Ikuti Akses.co.id
