— Pemerintah melalui PT PLN (Persero) telah menetapkan tarif listrik yang akan berlaku untuk periode 27 April hingga 3 Mei 2026. Besaran tarif ini dipastikan tetap sama dengan periode sebelumnya, yaitu April 2026, mengingat penyesuaian tarif listrik oleh pemerintah dilakukan setiap triwulan.

Penetapan tarif yang sama ini berlaku baik untuk pelanggan prabayar maupun pascabayar. Pelanggan prabayar perlu membeli token listrik yang kemudian diinput ke meteran untuk mendapatkan pasokan daya, sementara pelanggan pascabayar akan menerima tagihan berdasarkan pemakaian dalam periode tertentu.

Lantas, berapa rincian tarif listrik per kWh untuk berbagai golongan pelanggan pada periode tersebut?

Rincian Tarif Listrik Periode 27 April-3 Mei 2026

Berikut adalah besaran tarif listrik yang berlaku untuk seluruh pelanggan PLN:

Tarif Listrik Pelanggan Rumah Tangga

  • Golongan R-1/TR kecil daya 900 VA-RTM: Rp 1.352 per kWh
  • Golongan R-1/TR kecil daya 1.300 VA: Rp 1.444,70 per kWh
  • Golongan R-1/TR kecil daya 2.200 VA: Rp 1.444,70 per kWh
  • Golongan R-2/TR menengah daya 3.500-5.500 VA: Rp 1.699,53 per kWh
  • Golongan R-3/TR,TM besar daya di atas 6.600 VA: Rp 1.699,53 per kWh

Tarif Listrik Pelanggan Bisnis

  • Golongan B-2/TR kecil daya 6.600 VA-200 kVA: Rp 1.444,70 per kWh
  • Golongan B-3/TM,TT menengah daya di atas 200 kVA: Rp 1.114,74 per kWh

Tarif Listrik Pelanggan Industri

  • Golongan I-3/TM daya di atas 200 kVA: Rp 1.114,74 per kWh
  • Golongan I-4/TT daya di atas 30.000 kVA: Rp 996,74 per kWh

Tarif Listrik Keperluan Fasilitas Pemerintah dan Penerangan Jalanan Umum

  • Golongan P-1/TR daya 6.600 VA-200 kVA: Rp 1.699,53 per kWh
  • Golongan P-2/TM tegangan menengah daya di atas 200 kVA: Rp 1.522,88 per kWh
  • Golongan P-3/TR untuk penerangan jalan umum: Rp 1.699,53 per kWh
  • Golongan L/TR, TM, TT daya pada berbagai tegangan: Rp 1.644,52 per kWh

Tarif Listrik Keperluan Pelayanan Sosial

  • Golongan S-1/TR daya 450 VA: Rp 325 per kWh
  • Golongan S-1/TR daya 900 VA: Rp 455 per kWh
  • Golongan S-1/TR daya 1.300 VA: Rp 708 per kWh
  • Golongan S-1/TR daya 2.200 VA: Rp 760 per kWh
  • Golongan S-1/TR daya 3.500 VA-200 kVA: Rp 900 per kWh
  • Golongan S-2/TM daya lebih dari 200 kVA: Rp 925 per kWh

Tarif Listrik Subsidi Pelanggan Rumah Tangga

  • Golongan R-1/TR daya 450 VA: Rp 415 per kWh
  • Golongan R-1/TR daya 900 VA: Rp 605 per kWh

Menghitung Kebutuhan kWh dari Nominal Token

Bagi pelanggan prabayar, pembelian token listrik dapat dilakukan dengan nominal beragam hingga Rp 1 juta. Jumlah kWh yang didapatkan dari nominal token tersebut akan bergantung pada tarif dasar listrik dan besaran Pajak Penerangan Jalan (PPJ) di daerah masing-masing.

Sebagai contoh, besaran PPJ di wilayah DKI Jakarta adalah sebagai berikut:

  • Sampai 2.200 VA: 2,4 persen
  • 3.500-5.500 VA: 3 persen
  • 6.600 VA ke atas: 4 persen

Rumus umum untuk menghitung besaran kWh yang didapatkan adalah:

(Nominal token – PPJ daerah) : tarif dasar listrik = kWh yang didapatkan.

Berikut rincian perkiraan jumlah kWh yang diperoleh jika membeli token listrik senilai Rp 100.000 untuk pelanggan rumah tangga non-subsidi di Jakarta:

Rumah Tangga Daya 900 VA

(Rp 100.000 – 2,4 persen PPJ) : Rp 1.352/kWh = (Rp 100.000 – Rp 2.400) : Rp 1.352/kWh = Rp 97.600 : Rp 1.352/kWh = 72,19 kWh.

Rumah Tangga Daya 1.300-2.200 VA

(Rp 100.000 – 2,4 persen PPJ) : Rp 1.444,70/kWh = (Rp 100.000 – Rp 2.400) : Rp 1.444,70/kWh = Rp 97.600 : Rp 1.444,70/kWh = 67,56 kWh.

Rumah Tangga Daya 3.500-5.500 VA

(Rp 100.000 – 3 persen PPJ) : Rp 1.699,53/kWh = (Rp 100.000 – Rp 3.000) : Rp 1.699,53/kWh = Rp 97.000 : Rp 1.699,53/kWh = 57,07 kWh.

Rumah Tangga Daya 6.600 VA ke Atas

(Rp 100.000 – 4 persen PPJ) : Rp 1.699,53/kWh = (Rp 100.000 – Rp 4.000) : Rp 1.699,53/kWh = Rp 96.000 : Rp 1.699,53/kWh = 56,49 kWh.