Akses.co.id — Heidi Klum, supermodel ternama yang kini berusia 52 tahun, membuktikan bahwa menjaga kebugaran tubuh di usia matang tidak harus selalu identik dengan sesi latihan beban yang berat di pusat kebugaran. Ia justru lebih mengandalkan aktivitas fisik spontan dalam rutinitas sehari-hari sebagai kunci utama kebugaran tubuhnya.
Melansir dari Women’s Health, gaya hidup aktif Heidi Klum berfokus pada konsistensi pergerakan tubuh yang ringan namun terus-menerus. Pendekatan ini terbukti efektif dalam menjaga stamina dan bentuk tubuhnya tetap prima, sekaligus meminimalkan risiko nyeri sendi atau cedera otot.
Metode Pembakaran Kalori Spontan: Kunci Kebugaran Heidi Klum
Rahasia kebugaran Heidi Klum terletak pada metode yang dikenal sebagai Non-Exercise Activity Thermogenesis atau NEAT. Konsep ini merujuk pada seluruh energi yang dibakar tubuh melalui aktivitas harian di luar olahraga formal, seperti kegiatan rumah tangga atau berkebun.
Heidi mengungkapkan bahwa kesibukannya mengurus empat orang anak, dua ekor anjing, dan satu ekor kucing secara alami mendorongnya untuk lebih banyak bergerak. Aktivitas sederhana seperti naik turun tangga, membawa barang belanjaan, hingga berjalan kaki di sekitar rumah menjadi kontributor utama dalam menjaga metabolisme tubuhnya. Pilihan ini memungkinkannya untuk tetap aktif tanpa merasa terbebani oleh jadwal latihan yang kaku atau menguras energi mental.
[video.1]Penjelasan Ilmiah di Balik Aktivitas Harian
[img.2]
Banyak orang mungkin tidak menyadari bahwa aktivitas harian yang tidak disengaja justru memberikan dampak signifikan bagi kesehatan jangka panjang. Hannah Baugh, seorang pakar nutrisi, menjelaskan bahwa aktivitas spontan atau NEAT dapat menyumbang sekitar 15 hingga 50 persen dari total pembakaran energi harian.
Angka ini jauh lebih besar dibandingkan olahraga formal seperti berlari atau mengikuti kelas kebugaran, yang umumnya hanya menyumbang sekitar 5 hingga 10 persen pembakaran kalori. Selain efektif dalam membakar kalori, aktivitas NEAT juga berkontribusi dalam membangun kebugaran jantung dan kekuatan otot melalui gerakan mengangkat atau membawa barang secara konsisten.
Heidi Klum sendiri menekankan pentingnya mendengarkan sinyal tubuh daripada memaksakan diri melakukan latihan berat yang berisiko merusak sendi.
Pilihan Latihan Ringan yang Ramah Sendi
Meskipun tidak mengandalkan angkat beban di pusat kebugaran, Heidi tetap menyempatkan diri untuk melakukan latihan otot yang berfokus pada ketahanan. Ia lebih memilih menggunakan resistance band atau tali elastis. Alat ini dinilai lebih lembut dan fleksibel bagi persendian dibandingkan dengan barbel atau dumbel yang berat.
Tali elastis memberikan tekanan yang konstan sepanjang gerakan, namun dengan risiko stres pada sendi yang jauh lebih rendah saat kembali ke posisi semula. Latihan semacam ini sangat ideal bagi mereka yang sering bepergian karena alatnya yang ringan dan dapat dilakukan di mana saja, termasuk di pinggir kolam renang.
Konsistensi dalam melakukan gerakan ringan namun teratur menjadi landasan utama bagi Heidi untuk mempertahankan massa ototnya seiring bertambahnya usia.
Pentingnya Menjaga Otot bagi Wanita di Atas 40 Tahun
Para ahli menekankan bahwa mempertahankan massa otot menjadi tantangan tersendiri bagi wanita yang telah memasuki masa prapaskamenopause. Daniel Booth, seorang pelatih kebugaran, menjelaskan bahwa wanita cenderung kehilangan massa otot lebih cepat setelah usia 40 tahun seiring dengan menurunnya hormon estrogen.
“Sangat penting bagi wanita untuk melakukan latihan ketahanan secara konsisten seperti yang dilakukan Heidi guna menjaga metabolisme tetap stabil,” tutur Booth.
Kondisi metabolisme yang bergeser membuat tubuh lebih mudah menimbun lemak jika tidak dibarengi dengan pergerakan tubuh yang aktif dan rutin. Heidi Klum menjadi contoh nyata bahwa pendekatan yang seimbang antara pola makan yang benar dan aktivitas fisik yang berkelanjutan adalah kunci awet muda yang paling efektif.
Ikuti Akses.co.id
