Keputusan untuk tidak melanjutkan rencana liburan atau mencari pekerjaan paruh waktu pasca-pengumuman Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) menjadi kenyataan pahit bagi sebagian calon mahasiswa. Kegagalan di jalur tanpa tes ini memaksa mereka untuk kembali memutar otak dan mengalokasikan waktu lebih banyak untuk persiapan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026.
Arsyita, misalnya, merasakan kekecewaan mendalam saat namanya tidak tercantum dalam daftar kelulusan SNBP yang diumumkan pada 31 Maret lalu. “Tahu gagal SNBP itu sakit banget sih soalnya udah ngarep dan rencananya habis SNBP mau healing, mau cari kerjaan juga kan lumayan waktu kosongnya. Udah mau santai. Tapi pas tau SNBP merah, ‘Ya Allah harus belajar lagi nih’,” ungkapnya dengan nada pasrah.
Senada dengan Arsyita, Sabrina, siswi SMK di Jakarta Selatan, juga harus mengubur impiannya untuk bekerja selagi menunggu perkuliahan dimulai. “Aduh itu sempat down kayaknya 2 harian deh, nangisin SNBP. Tapi habis itu udah sih belajar aja,” tuturnya.
Ngebut Belajar untuk UTBK 2026
Menghadapi kenyataan baru, Arsyita mengaku langsung tancap gas dalam mempersiapkan diri untuk UTBK. Ia bahkan rela menghabiskan waktu hingga 12 jam sehari untuk belajar non-stop. “Aku benar-benar ngebut langsung semuanya kayak sehari bisa 12 jam belajar full non-stop. Pindah-pindah ke perpus, ke kafe sama teman-teman. Sebisa mungkin kalau emang ada waktu kosong belajar semua, sampai belajar di YouTube di internet pokoknya semuanya dicoba,” jelas Arsyita yang tidak mengikuti bimbingan belajar khusus.
Bagi Sabrina, yang berstatus sebagai siswi SMK, perjuangan ekstra diperlukan untuk memahami materi UTBK. “Enggak punya basic-basic-nya kan jadi harus belajar dari awal banget. Dari awal kelas 12 udah lumayan nyicil sih. Terus pas ketolak SNBP baru itu rajin banget,” katanya.
Kini, Arsyita menargetkan Jurusan Farmasi di Universitas Indonesia (UI) atau UPN Veteran Jakarta, dengan Jurusan Manajemen Gizi di IPB University sebagai pilihan cadangan. Sementara itu, Sabrina membidik Jurusan Antropologi di UI atau Humas Komunikasi Digital di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). “Saran aja sih dari orangtua karena salah satu kerabat orang tua itu anaknya antropologi terus kerjanya oke,” jelas Sabrina terkait alasannya memilih jurusan tersebut.
Baik Arsyita maupun Sabrina dijadwalkan mengikuti UTBK sesi 2 pada Kamis (23/4/2026). Keduanya mengaku tidak lagi belajar pada hari ujian, melainkan memilih untuk mencairkan suasana. “Udah kayak berserah diri aja. Takutnya kalau misal kita buka materi lagi sekarang malah pas lagi mulainya blank. Jadi lebih baik mencairkan suasana aja,” ujar Arsyita.
Jadwal Mundur Akibat Padam Listrik
Peserta UTBK sesi 2 di UNJ mengalami penundaan jadwal ujian akibat padamnya aliran listrik dari PLN. Seharusnya, ujian dimulai pukul 12.30 WIB. Fathan Haidar, yang datang dari Bekasi sejak pukul 11.00 WIB, mengaku sudah merasa lelah menunggu. “Udah nunggu-nunggu udah siap padahal dari tadi siang, energinya udah ke-kuras juga,” katanya.
Ia memanfaatkan waktu tunggu tersebut dengan kembali belajar melalui ponsel. Fathan hanya mendaftarkan diri untuk Jurusan Hukum di Universitas Gadjah Mada (UGM) tanpa memilih pilihan lain. “Yakin, udah fokus ke satu tujuan ini. Persiapan dari 1 bulan yang lalu. Nge-push setelah SNBP pengumuman (tak lolos). Saya langsung try out terus sampai hari ini. Jadi beli-beli try out online di aplikasi gitu-gitu,” pungkasnya.






