Akses.co.id — JAKARTA, KOMPAS.com – Tren pariwisata global mengalami pergeseran signifikan. Pelancong kini tidak lagi sekadar berburu destinasi sebanyak-banyaknya dalam satu perjalanan, melainkan lebih mengutamakan pengalaman wisata yang mendalam dan personal.
“Jadi lebih mencari value ya. Bukan hanya sekadar banyaknya tempat dan sebagainya,” ujar Vice President Business Development Golden Rama Tours & Travel, Kitty Chandra, dalam pertemuan media bertajuk Wisata dan Wanita di Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Pergeseran preferensi ini didukung oleh studi McKinsey yang menunjukkan bahwa lebih dari 70 persen pelancong di dunia kini memprioritaskan pengalaman di atas kepemilikan barang atau sekadar menjejakkan kaki di banyak destinasi.
Kitty menambahkan, permintaan untuk perjalanan yang bersifat personal semakin meningkat. “Jadi kalau dulu traveler itu misalnya satu tahun beberapa kali (bepergian) gitu ya, sekarang mereka lebih terencana, lebih (mencari) maknanya, tujuan untuk menjalankan traveling itu untuk apa?,” jelasnya.
Perubahan Pola Perjalanan
Perubahan ini tercermin dalam cara wisatawan merencanakan perjalanan mereka. Meskipun destinasi favorit seperti Jepang atau Korea Selatan tetap menjadi pilihan utama, kini pelancong cenderung untuk tidak terburu-buru berpindah dari satu kota ke kota lain.
Sebaliknya, mereka lebih memilih untuk mendalami daya tarik di satu destinasi, menjelajahi tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi sebelumnya, dan mencari pengalaman yang lebih kaya di lokasi tersebut.
Dampak Pandemi dan Proyeksi Pertumbuhan
Perubahan tren wisata ini, menurut Kitty, mulai terlihat jelas sejak pandemi Covid-19 mereda beberapa tahun lalu. Pasca-pandemi, aktivitas traveling tidak hanya menjadi ajang liburan, tetapi juga sarana untuk penemuan jati diri.
Studi global yang disampaikannya mengungkapkan bahwa lebih dari 60 persen pelancong di dunia memiliki keinginan untuk melakukan perjalanan, angka ini lebih tinggi dibandingkan periode sebelum pandemi.
Sejak pembukaan kembali gerbang perjalanan internasional pasca-pandemi, aktivitas wisata mengalami peningkatan. Pada tahun 2024, terjadi peningkatan sebesar 20 persen untuk perjalanan domestik dan 14 persen untuk perjalanan internasional.
“Di 2025 sendiri, secara global ada peningkatan, tapi lebih stabil. Internasional dan domestik itu sekitar tujuh persen,” kata Kitty.
Data internal Golden Rama Tours & Travel juga mengkonfirmasi tren positif ini, dengan menunjukkan peningkatan perjalanan lebih dari 20 persen pada paruh pertama tahun 2026.
Ikuti Akses.co.id
