Akses.co.id — Mobil diesel dengan standar emisi Euro 4 yang umum beredar di Indonesia, seperti Toyota Fortuner 2.4 GD, Mitsubishi Pajero Sport Dakar, Toyota Hilux 2GD, Isuzu D-Max, Toyota Kijang Innova Diesel Reborn, dan Isuzu MU-X, umumnya telah dilengkapi teknologi modern seperti common rail, turbocharger, serta sistem pengendalian emisi yang lebih ketat. Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi, tenaga, dan ramah lingkungan. Kendaraan-kendaraan tersebut membutuhkan bahan bakar berkualitas tinggi sesuai regulasi emisi yang berlaku.
Pertanyaan mengenai kelayakan penggunaan biosolar pada mobil diesel Euro 4 kerap muncul. Secara umum, biosolar masih dapat digunakan, namun bukan menjadi pilihan paling ideal untuk penggunaan jangka panjang.
Sensitivitas Mesin Diesel Modern
Hardi Wibowo, pemilik bengkel Spesialis Honda – Nissan, Aha Motor Yogyakarta, menjelaskan bahwa biosolar di Indonesia umumnya merupakan campuran biodiesel seperti B30 atau B35. Kandungan biodiesel ini memang menjadikan bahan bakar lebih ramah lingkungan, namun karakternya berbeda dari solar murni.
“Mobil diesel Euro 4 menjadi lebih sensitif terhadap kualitas bahan bakar karena sistem injeksi bekerja dengan tekanan sangat tinggi. Komponen seperti injektor dan pompa bahan bakar memiliki toleransi yang sangat presisi,” ujar Hardi kepada KOMPAS.com, Jumat (24/4/2026).
Penggunaan biosolar berpotensi menimbulkan penumpukan kotoran, kandungan air yang lebih tinggi, serta pembentukan endapan dalam sistem bahan bakar. Kondisi ini dapat mempercepat keausan komponen mesin.
Namun, Hardi menekankan bahwa perawatan rutin dapat meminimalkan risiko tersebut. “Yang penting rutin ganti filter solar, ganti oli rutin dan bersihkan EGR, saya kira itu cukup tak perlu ada modifikasi lain seperti penambahan filter solar,” tuturnya.
Syarat Penggunaan Biosolar pada Mobil Euro 4
Meskipun demikian, penggunaan biosolar tetap memungkinkan bagi mobil diesel Euro 4 dengan catatan dilakukan penyesuaian dan perawatan ekstra. Rio, pemilik bengkel SAR Speed Solo, memberikan pandangannya.
“Secara umum masih aman biosolar dipakai di mobil diesel modern seperti Pajero Sport, Fortuner atau Innova, kecuali yang sudah Euro 4, itu perlu remap ECU,” ucap Rio kepada KOMPAS.com, Sabtu (25/4/2026).
Remap ECU (Engine Control Unit) diperlukan untuk menyesuaikan pengaturan bahan bakar, mengingat mobil tersebut dirancang untuk menggunakan bahan bakar di bawah rekomendasi pabrikan. Selain itu, penggantian filter solar secara berkala juga krusial.
“Selain itu perlu penggantian filter solar tiap 10.000 – 15.000 kilometer, umum saja karena pada dasarnya biosolar masih aman untuk mesin diesel,” tambah Rio.
Kesimpulannya, mobil diesel Euro 4 dapat menggunakan biosolar asalkan disertai perawatan ekstra, termasuk penyesuaian pengaturan ECU. Tanpa langkah-langkah tersebut, risiko kerusakan komponen mesin meningkat dan dapat menimbulkan biaya perbaikan yang signifikan.
Ikuti Akses.co.id
