Akses.co.id — Pemerintah Amerika Serikat secara resmi memberikan lampu hijau bagi tim nasional Iran untuk berpartisipasi dalam Piala Dunia FIFA 2026 yang akan diselenggarakan di wilayah mereka. Namun, izin tersebut datang dengan syarat-syarat ketat, terutama terkait larangan masuk bagi individu yang terafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menegaskan bahwa hanya para atlet yang akan diizinkan masuk ke Amerika Serikat, bukan individu yang memiliki hubungan dengan IRGC. Organisasi tersebut telah ditetapkan sebagai organisasi teroris asing oleh pemerintah AS.
“Tidak ada pemberitahuan dari AS yang mengatakan kepada mereka bahwa mereka tidak boleh datang,” ujar Rubio, mengutip Al Jazeera pada Jumat (25/4/2026). Ia menambahkan, “Masalah dengan Iran bukanlah atlet mereka. Masalahnya adalah beberapa orang lain yang ingin mereka bawa, beberapa di antaranya memiliki hubungan dengan IRGC. Kita mungkin tidak bisa mengizinkan mereka masuk, tetapi bukan atletnya sendiri.”
Larangan Penyalahgunaan Status Ofisial
Amerika Serikat juga memperingatkan Iran agar tidak menyertakan personel keamanan atau intelijen dalam rombongan tim dengan menyamar sebagai staf pendukung.
“Mereka tidak bisa membawa sekelompok teroris IRGC ke negara kita dan berpura-pura menjadi jurnalis dan pelatih atletik,” tegas Rubio.
Presiden Donald Trump turut menyatakan bahwa pemerintahannya berupaya agar kebijakan politik ini tidak berdampak langsung pada para atlet.
Wajib Bertanding di Wilayah Amerika Serikat
Meskipun terjadi ketegangan pasca-serangan AS-Israel ke Iran pada Februari 2026, FIFA dan AS tetap menolak permintaan Iran untuk memindahkan lokasi pertandingan. Iran sebelumnya mengajukan permohonan agar tiga pertandingan grup mereka dipindahkan dari Amerika Serikat ke Meksiko dengan alasan keamanan, namun permintaan tersebut tidak dikabulkan.
Dengan demikian, syarat mutlak bagi Iran untuk tetap dapat berkompetisi adalah kesediaan mereka untuk bermain di stadion-stadion Amerika Serikat sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
Respons Iran dan Isu Penggantian Tim
Pemerintah Iran, melalui juru bicara Fatemeh Mohajerani, telah menyatakan bahwa persiapan tim nasional tetap berjalan di bawah koordinasi Kementerian Olahraga dan Pemuda.
“Kami sedang mempersiapkan dan membuat pengaturan untuk Piala Dunia, tetapi kami patuh pada keputusan pihak berwenang,” kata Presiden federasi sepak bola Iran, Mehdi Taj.
Di sisi lain, muncul usulan dari utusan AS, Paolo Zampolli, agar posisi Iran dalam turnamen digantikan oleh Italia.
“Saya warga asli Italia, dan akan menjadi mimpi untuk melihat Azzurri di turnamen yang diselenggarakan di AS. Dengan empat gelar, mereka memiliki rekam jejak yang cukup untuk membenarkan keikutsertaan mereka,” ujar Zampolli dalam argumennya.
Namun, prinsip “kelolosan di lapangan” tetap dijunjung tinggi. Menteri Olahraga Italia, Andrea Abodi, menolak gagasan tersebut. “Itu tidak pantas. Anda lolos kualifikasi di lapangan,” tegasnya.
Ikuti Akses.co.id
