— JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, kembali menjadi sorotan publik setelah ditunjuk sebagai Komisaris Utama Independen PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB). Penunjukan ini dilakukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada Selasa (28/4/2026).

Keputusan tersebut merupakan salah satu agenda penting dalam perubahan susunan pengurus perseroan. Namun, pengangkatan Susi secara resmi baru akan efektif setelah melalui proses persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui uji kemampuan dan kepatutan atau fit and proper test.

Masuknya nama Susi Pudjiastuti ke dalam jajaran komisaris utama Bank BJB memperpanjang rekam jejaknya sebagai seorang pengusaha perempuan yang dikenal luas. Ia dikenal berkat gaya kepemimpinannya yang tegas, rekam jejak bisnis yang kuat, serta pengalamannya di pemerintahan.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang juga selaku pemegang saham pengendali, menyatakan bahwa dirinya merekomendasikan figur-figur yang dinilai memiliki integritas untuk masuk dalam jajaran direksi dan komisaris Bank BJB, termasuk Susi Pudjiastuti. “Saya merekomendasikan orang-orang dalam Bank BJB yang menurut saya memiliki integritas,” ujar Dedi dalam siaran pers Bank BJB, dikutip pada Rabu (29/4/2026).

Menurut Dedi, Susi memiliki kapasitas yang mumpuni untuk memberikan nasihat dalam proses pengambilan keputusan strategis di bank tersebut. Penunjukan ini sekaligus kembali menarik perhatian publik pada perjalanan karier Susi Pudjiastuti yang beragam, mulai dari pengusaha perikanan, pendiri maskapai penerbangan, hingga menjadi seorang menteri yang dikenal luas.

Profil Susi Pudjiastuti: Dari Pengepul Ikan hingga Menteri

Susi Pudjiastuti lahir di Pangandaran, Jawa Barat, pada 15 Januari 1965. Ia dikenal sebagai seorang pengusaha yang berhasil membangun bisnisnya dari nol.

Karier bisnisnya dimulai pada tahun 1983 ketika ia mengawali usaha sebagai pengepul ikan di Pangandaran. Dengan modal yang terbatas, ia berhasil mengembangkan perdagangan hasil laut yang kemudian berevolusi menjadi perusahaan pengolahan perikanan, PT ASI Pudjiastuti Marine Product. Bisnis ini berkembang pesat dan mampu menembus pasar ekspor, dengan produk hasil lautnya dipasarkan ke berbagai negara di Asia dan Amerika.

Dari sektor perikanan, Susi kemudian melebarkan sayap usahanya ke sektor penerbangan. Pada tahun 2004, ia mendirikan PT ASI Pudjiastuti Aviation, yang lebih dikenal dengan nama Susi Air. Awalnya, maskapai ini didirikan untuk mendukung distribusi bisnis perikanannya, khususnya dalam menjangkau wilayah-wilayah yang sulit diakses. Namun, seiring waktu, Susi Air berkembang menjadi operator penerbangan perintis yang melayani banyak daerah terpencil di Indonesia. Model bisnis ini menunjukkan keberanian Susi dalam mengambil peluang di sektor yang penuh tantangan.

Kiprah di Kabinet dan Transformasi Bisnis

Nama Susi Pudjiastuti melejit secara nasional ketika Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan pada tahun 2014. Di kabinet, ia dikenal dengan kebijakan pemberantasan praktik illegal fishing yang tegas, termasuk kebijakan penenggelaman kapal pencuri ikan. Kebijakan ini menjadikan namanya identik dengan penegakan kedaulatan maritim.

Di bawah kepemimpinannya, isu keberlanjutan sumber daya kelautan, perlindungan nelayan, dan tata kelola perikanan menjadi perhatian utama. Gaya komunikasinya yang lugas, sederhana, dan seringkali di luar pakem birokrasi, membuat Susi memiliki basis dukungan publik yang kuat. Ia juga aktif mengampanyekan berbagai isu lingkungan, seperti pelestarian laut dan pengurangan sampah plastik.

Meskipun tidak lagi menjabat sebagai menteri sejak tahun 2019, Susi tetap aktif menyuarakan isu kebijakan publik melalui berbagai kanal. Masuknya Susi ke Bank BJB dinilai menarik karena latar belakangnya bukan dari industri perbankan, melainkan dari dunia usaha riil. Namun, pengalaman membangun bisnis dari nol, mengelola perusahaan lintas sektor, serta memimpin kementerian dianggap relevan untuk peran barunya.

Bank BJB dalam Agenda Transformasi

Penunjukan Susi Pudjiastuti berlangsung di tengah agenda transformasi Bank BJB. Dalam RUPST, pemegang saham juga menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 900 miliar atau setara Rp 85,54 per saham dari laba tahun buku 2025. Rapat tersebut juga membahas perubahan anggaran dasar terkait penunjukan Bank BJB sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan (PIKK), pembaruan recovery plan, serta perubahan struktur direksi.

Perseroan melaporkan total asetnya meningkat menjadi Rp 221,3 triliun pada tahun 2025, yang menjadikan Bank BJB sebagai bank pembangunan daerah dengan aset terbesar di Indonesia. Dalam konteks ini, kehadiran figur seperti Susi dipandang sebagai bagian dari upaya memperkuat pengawasan dan arah strategis perseroan.

Di luar kiprah bisnis dan pemerintahannya, Susi dikenal sebagai figur publik dengan karakter yang kuat. Ciri khasnya yang merokok, bertato, berbicara lugas, dan tampil apa adanya membuatnya berbeda dari stereotip pejabat publik pada umumnya. Gaya inilah yang membuatnya mudah dikenali dan dekat dengan masyarakat. Di media sosial, Susi juga aktif merespons isu publik, mulai dari persoalan lingkungan, transportasi, hingga kebijakan ekonomi. Popularitasnya membuat namanya kerap masuk dalam diskusi publik, bahkan setelah tidak lagi menjabat di kabinet.

Bagi banyak kalangan, Susi merepresentasikan kombinasi pengusaha, teknokrat, dan figur publik dengan pendekatan non-konvensional. Penunjukan Susi sebagai Komisaris Utama Independen Bank BJB menandai babak baru dalam perjalanan kariernya. Jika sebelumnya ia lekat dengan dunia maritim dan penerbangan, kini ia memasuki sektor jasa keuangan melalui salah satu bank pembangunan daerah terbesar di Indonesia.

Peran komisaris utama independen tidak berada di ranah operasional harian, melainkan berkaitan dengan fungsi pengawasan, pemberian nasihat, serta memastikan tata kelola perusahaan berjalan sesuai prinsip kehati-hatian. Pengalaman panjang Susi di sektor usaha dan pemerintahan dinilai menjadi modal berharga dalam peran tersebut. Dengan penunjukan ini, nama Susi kembali hadir dalam lanskap ekonomi dan korporasi nasional, kali ini melalui peran baru di industri perbankan.

Perjalanan karier Susi Pudjiastuti, yang dimulai dari seorang pengusaha asal Pangandaran yang membangun usaha dari perdagangan ikan, mendirikan maskapai, memimpin kementerian, dan kini masuk jajaran pimpinan bank daerah, kerap dipandang sebagai salah satu kisah transformasi paling menonjol dalam dunia bisnis dan kebijakan di Indonesia.