— MEDAN, KOMPAS.com — Seorang anggota Pemuda Pancasila di Medan, Taufik (58), menjadi perhatian publik setelah membantu seorang nenek yang kehilangan ponselnya. Peristiwa ini bermula saat nenek tersebut mengadu ke pos penjagaan Pemuda Pancasila karena ponselnya tak kunjung kembali setelah diserahkan ke seorang teknisi dan telah dibayar biaya perbaikan sebesar Rp 150.000.

Aksi kemanusiaan Taufik ini kemudian viral di media sosial setelah foto dirinya saat menerima keluhan warga beredar luas. Taufik mengaku tergerak untuk menolong karena merasa iba melihat kondisi nenek tersebut.

“Saya iba lihat ibu ini. Saya seperti melihat ibu saya. Gak tega saya. Makanya saya menolong mereka,” ujar Taufik saat dihubungi, Jumat (24/4/2026).

Kronologi Kejadian

Peristiwa ini terjadi pada Kamis (16/4/2026) saat Taufik sedang bertugas menjaga Kantor Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kota Medan di Jalan Sutrisno. Seorang nenek datang bersama cucunya mengeluhkan ponselnya yang tak kunjung dikembalikan oleh seorang teknisi berinisial P.

Sang nenek menjelaskan bahwa ia telah menyerahkan ponselnya untuk diperbaiki dan telah membayar biaya sebesar Rp 150.000. Namun, teknisi tersebut menghilang dan tidak dapat ditemui lagi.

Menanggapi keluhan tersebut, Taufik kemudian menghubungi rekannya, Juarsa Tarigan (44), untuk membantu menelusuri keberadaan teknisi P. Namun, saat didatangi, teknisi tersebut tidak berada di lokasi.

Beberapa hari kemudian, nenek tersebut kembali datang ke kantor Pemuda Pancasila dan mendapati teknisi P berada di tempat. Juarsa pun kembali mendatangi teknisi tersebut untuk menelusuri keberadaan ponsel sang nenek.

Ponsel Berpindah Tangan

Dari hasil penelusuran Juarsa, terungkap bahwa ponsel tersebut ternyata sudah berpindah tangan ke seseorang berinisial B.

“Usut punya usut, ternyata ceritanya nenek itu perbaiki ponsel ke teknisi P tapi belum kasih uang. Nah ketika teknisi P tak bisa dijumpai lagi, ibu itu dimintai uang service sama rekan P inisial M. Dibayar nenek itu lah Rp 150 ribu,” jelas Juarsa.

Ia menambahkan bahwa teknisi P diduga menggunakan uang milik B untuk membeli suku cadang ponsel. Hal ini menyebabkan ponsel tersebut sempat ditahan sebelum biaya perbaikan dilunasi.

Setelah melakukan penelusuran ke beberapa lokasi, Juarsa akhirnya berhasil mendapatkan kembali ponsel milik nenek tersebut. Ponsel itu kemudian dikembalikan kepada sang nenek di Kantor MPC Pemuda Pancasila Kota Medan.

Taufik dan Juarsa mengaku merasa senang dapat membantu menyelesaikan permasalahan tersebut dan mengembalikan hak nenek itu.