JAKARTA, Kompas.com – Penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk tahun 2026 masih menunjukkan angka yang jauh di bawah target. Hingga awal April, baru sekitar 15% dari kuota yang disiapkan pemerintah yang terserap.
Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) melaporkan, per tanggal 22 April 2026, realisasi penyaluran FLPP baru mencapai 53.184 unit rumah. Jumlah ini setara dengan nilai Rp 6,61 triliun dari total kuota yang disiapkan pemerintah sebanyak 350.000 unit rumah pada tahun ini.
Tantangan Pasokan di Tengah Tingginya Permintaan
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, mengakui bahwa tingginya animo masyarakat terhadap hunian subsidi masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu diimbangi dari sisi ketersediaan pasokan. Ia menekankan pentingnya dorongan terhadap sisi suplai agar mampu memenuhi permintaan yang ada.
“Berdasarkan data demand pada sistem dan aplikasi kami, pada tahun 2025 banyak masyarakat yang menginginkan hunian. Tinggal dari sisi supply-nya juga perlu kita dorong untuk dapat memenuhinya, tahun 2026 ini pemerintah telah menyiapkan kembali kuota FLPP sebesar 350.000 unit rumah,” kata Heru, dikutip Kompas.com, Rabu (22/04/2026).
Tapera Mobile: Solusi Digital untuk Pembelian Rumah Subsidi
Untuk mempermudah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dalam mengakses rumah subsidi, BP Tapera telah mengembangkan aplikasi Tapera Mobile. Platform ini dirancang untuk menyederhanakan seluruh proses pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Calon debitur dapat memulai proses dengan mengunduh aplikasi Tapera Mobile dari Google Play Store atau App Store. Setelah itu, pengguna perlu membuat akun dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan menyetujui syarat serta ketentuan yang berlaku.
Proses verifikasi identitas meliputi swafoto bersama KTP dan pemindaian KTP, yang datanya akan terisi otomatis. Verifikasi wajah dilakukan dengan mengikuti instruksi gerakan dari aplikasi. Registrasi dilanjutkan dengan memasukkan nomor ponsel, membuat kata sandi, dan verifikasi kode OTP melalui SMS.
Alur Pengajuan KPR yang Transparan
Setelah berhasil melakukan registrasi, pengguna dapat mencari rumah subsidi yang diinginkan melalui fitur pencarian di Tapera Mobile. Jika sudah menemukan rumah idaman, calon debitur dapat langsung melanjutkan ke tahap pengajuan KPR.
Seluruh proses pengajuan KPR, mulai dari pengajuan pembiayaan, tindak lanjut, Surat Penegasan Persetujuan Penyediaan Kredit (SP3K), penilaian kelayakan huni, hingga akad, dapat dipantau secara mandiri oleh calon debitur melalui fitur pelacakan status di aplikasi.
“Setelah bertemu dengan tim sales pihak bank, calon debitur dapat memantau proses pengajuan KPR secara mandiri. Jika masih bingung dengan alurnya, bisa buka informasi terkait Tapera Mobile di website tapera.go.id,” jelas Heru.
Integrasi Sistem untuk Kemudahan Pengguna
Keunggulan lain dari Tapera Mobile adalah integrasinya dengan dua sistem penting sebelumnya, yaitu Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep) dan Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (Sikumbang). Migrasi layanan ini resmi berlaku sejak 13 April 2026.
Dengan adanya integrasi ini, MBR tidak perlu lagi berpindah-pindah aplikasi untuk mencari rumah dan mengajukan KPR. Semua tahapan kini dapat dilakukan dalam satu platform digital.
“Tapera Mobile adalah integrasi antara Sikumbang dan Sikasep, sehingga dengan lebih memudahkan MBR untuk langsung ngecek rumahnya dalam satu aplikasi, enggak perlu pindah ke aplikasi yang lain,” ujar Heru kepada Kompas.com, Kamis (16/04/2026).






