Travel

Sport Tourism Melonjak 320 Persen, Orang Indonesia Suka Maraton di Luar Negeri

Advertisement

Wisata olahraga atau sport tourism menunjukkan pertumbuhan pesat di Indonesia, dengan lonjakan peminat mencapai 320 persen pada tahun lalu dibandingkan tahun sebelumnya. Tren ini menandakan semakin banyaknya masyarakat yang memprioritaskan gaya hidup sehat.

Riki Wijaya, Head of Sport Holidays Golden Rama Tours & Travel, menyampaikan bahwa peningkatan signifikan ini terlihat dari data internal perusahaan. “Tren ini naik sekali dari 2024 itu 29 persen, kemudian tahun 2025 ini melonjaknya sampai 320 persen,” ujar Riki dalam pertemuan media di Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Dalam data yang sama, partisipasi perempuan dalam program sport holiday atau sport tourism mencapai 34 persen dari total peserta. Angka pesanan berulang atau repeat order tercatat sebesar 20 persen, menunjukkan kepuasan dan minat berkelanjutan dari para peserta.

Potensi Sport Tourism Indonesia

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, turut menyoroti tingginya minat masyarakat terhadap wisata olahraga. Menurutnya, ini menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk mengembangkan lebih banyak acara olahraga berskala nasional maupun internasional.

“Pertumbuhan sport tourism dan sport industry itu tidak mungkin 100 persen ditanggung pemerintah, tetapi juga bagaimana sektor swasta dan masyarakatnya ikut berkontribusi,” kata Erick, seperti dikutip Kompas.com, Kamis (23/4/2026).

Erick mendorong kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam penyediaan infrastruktur yang memadai untuk mendukung penyelenggaraan event olahraga. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi daerah penyelenggara.

Maraton Internasional Jadi Incaran

Meskipun wisata olahraga mencakup berbagai aktivitas seperti rafting, golf, dan hiking, aktivitas lari masih menjadi pilihan utama wisatawan asal Indonesia. Secara spesifik, para pelari Indonesia banyak mengincar ajang maraton internasional bergengsi.

“Kebetulan pelari Indonesia ini memang sukanya pergi ke tempat-tempat yang terkenal, kayak hype-nya gitu ya. Salah satunya Tokyo, Berlin, dan Sydney,” tutur Riki.

Advertisement

Sydney Marathon di Australia disebut sebagai salah satu destinasi favorit baru bagi pelancong Indonesia, terutama setelah masuk dalam kategori World Major Marathon. Sebelumnya, Tokyo Marathon menjadi pilihan utama para pelari Indonesia.

Riki menambahkan bahwa Sydney Marathon dipilih karena aksesibilitasnya yang lebih mudah dibandingkan beberapa negara penyelenggara maraton besar lainnya.

Alasan Pilih Maraton di Luar Negeri

Pengalaman yang ditawarkan di luar negeri menjadi daya tarik utama. Selain aspek kompetisi olahraga, pelari Indonesia juga mencari pengalaman perjalanan bersama teman atau pasangan, serta menikmati fasilitas yang lebih memadai.

Kondisi cuaca di negara-negara penyelenggara maraton internasional dinilai sangat mendukung performa pelari. Riki mencontohkan Berlin, Jerman, sebagai salah satu destinasi dengan cuaca dan jalur yang ideal.

“Jadi orang ke sana itu maksudnya mencari personal achievement-nya yang biasanya jauh lebih baik dibanding kita lomba di cuaca Jakarta atau di Indonesia,” jelas Riki.

Sebagai penyelenggara paket wisata, Golden Rama Tours & Travel menawarkan berbagai fasilitas pendukung. “Karena kami adalah official partner dari beberapa World Major Marathon, jadi kita mempunyai fleksibilitas. Jadi kami tidak hanya menyediakan layanan hotel, tapi of course yang paling penting adalah slot larinya,” ungkap Riki.

Para peserta paket wisata juga akan mendapatkan pendampingan dari pemandu yang siap membantu persiapan sebelum hari perlombaan tiba.

Advertisement