Akses.co.id — Pembangunan mega proyek sport center seluas 500 hektare di lahan perkebunan sawit PT Perkebunan Nusantara (PTPN) di Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, ditargetkan mulai berjalan pada 2027. Kawasan ini akan menjadi pusat pembinaan 21 cabang olahraga prioritas sesuai Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor, Asnan, menjelaskan bahwa proyek yang merupakan program nasional Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ini akan menjadi sentra bagi pengembangan olahraga-olahraga unggulan di Indonesia.
“Dalam rencana Menpora itu, akan ada 21 cabang olahraga prioritas yang akan dikembangkan di kawasan ini,” ujar Asnan kepada Kompas.com, Kamis (23/4/2026). Cabang olahraga tersebut meliputi akuatik, senam, atletik, bulu tangkis, angkat besi, panjat tebing, panahan, sepak bola, menembak, judo, tinju, taekwondo, balap sepeda, voli pantai (2×2), bola basket (3×3), dayung (rowing dan kano), tenis, anggar, gulat, equestrian, serta pencak silat.
Program Nasional dan Sumber Pendanaan
Asnan merinci, proyek sport center ini merupakan inisiatif pemerintah pusat yang pendanaannya utama bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Meski demikian, kemungkinan pelibatan pihak ketiga dalam pengembangannya juga terbuka.
Proses perencanaan proyek ini masih terus berjalan, termasuk dalam hal penajaman konsep dan identifikasi pihak-pihak yang akan terlibat dalam pembangunannya. Kemenpora sendiri telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi lahan sawit yang rencananya akan diubah menjadi kawasan olahraga terpadu.
“Dari hasil koordinasi terakhir dengan Menpora, saat ini masih dalam tahap perencanaan dan persiapan, untuk anggarannya berapa bisa langsung ke mereka,” jelas Asnan.
Konsep pembangunan sport center ini tidak hanya terbatas pada penyediaan venue olahraga, melainkan dirancang sebagai kawasan terpadu yang mengintegrasikan fungsi pelatihan atlet, pendidikan, hingga fasilitas pendukung lainnya dalam satu ekosistem.
“Konsepnya bukan hanya olahraga, tetapi terintegrasi dengan pendidikan dan fasilitas pendukung lainnya,” tegas Asnan.
Kawasan ini merupakan bagian dari implementasi DBON, sebuah dokumen rencana induk pembinaan dan pengembangan olahraga nasional jangka panjang yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2021. Luas lahan sekitar 500 hektare telah ditetapkan dan akan menggantikan fungsi perkebunan sawit yang ada saat ini.
“Ya, sekitar 500 hektare dan itu sudah dipastikan,” kata Asnan.
Dispora Kabupaten Bogor berperan dalam tahap persiapan dan koordinasi, termasuk dukungan perencanaan teknis bersama pemerintah pusat dan pihak terkait. Dampak pembangunan ini diprediksi akan signifikan bagi masyarakat, terutama dalam membuka peluang ekonomi dan lapangan pekerjaan.
“Dampaknya akan besar, terutama membuka peluang ekonomi dan lapangan pekerjaan,” ujar Asnan.
Fokus Pembangunan Kabupaten Bogor
Sementara itu, Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa arah pembangunan Kabupaten Bogor pada tahun 2027 akan difokuskan pada penguatan infrastruktur, peningkatan pelayanan dasar masyarakat, dan pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, salah satunya adalah sport center di Rancabungur.
Rudy menyadari tantangan pembangunan di Kabupaten Bogor cukup besar mengingat jumlah penduduknya yang terbesar di Indonesia, mencapai sekitar 6,19 juta jiwa yang tersebar di 40 kecamatan.
“Pembangunan Kabupaten Bogor pada tahun 2027 akan difokuskan pada penguatan infrastruktur, peningkatan layanan dasar masyarakat, serta pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai wilayah,” terang Rudy.
“Di sektor pengembangan wilayah, pemerintah pusat menunjuk Kabupaten Bogor sebagai lokasi pembangunan sport center berskala internasional di Kecamatan Rancabungur dengan luas lahan sekitar 500 hektare,” imbuhnya.
Bupati Rudy menekankan pentingnya dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak untuk mewujudkan seluruh rencana pembangunan tersebut.
“Kabupaten Bogor tidak bisa dibangun oleh satu orang, tidak bisa dibangun oleh satu suku, dan tidak bisa dibangun oleh satu agama. Bogor harus dibangun bersama dengan semangat kebhinekaan,” tuturnya.
Ikuti Akses.co.id
