Akses.co.id — YAHUKIMO, KOMPAS.com – Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Yahukimo, Yemis Yohame, dilaporkan tewas setelah diduga menjadi korban penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada Selasa (21/4/2026) malam. Peristiwa tragis ini menambah daftar panjang kekerasan yang terjadi di wilayah Papua Pegunungan.
Yemis Yohame, yang menjabat sebagai Kepala Sub Bagian (Kasubag) di Dinas Perumahan Kabupaten Yahukimo, ditemukan tewas di pinggir jalan di depan rumahnya, tepatnya di Komplek Perumahan Eselon III, Distrik Dekai. Insiden penembakan terjadi sekitar pukul 20.20 WIT.
Kronologi Penembakan dan Penyelidikan
Menurut informasi yang dihimpun, korban saat itu sedang berada di luar rumahnya untuk mengakses jaringan Wi-Fi. Tiba-tiba, terdengar suara tembakan yang kemudian mengenai dada kanan Yemis Yohame.
Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dekai untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, kondisinya memburuk dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 22.00 WIT.
Pihak kepolisian menduga pelaku penembakan adalah anggota KKB atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap XVI Yahukimo. Hingga kini, aparat kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam guna mengungkap identitas pelaku secara pasti.
Pengejaran Pelaku dan Koordinasi Keamanan
Menyikapi insiden tersebut, Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna, menyatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk melakukan pengejaran terhadap kelompok yang bertanggung jawab.
“Koops TNI Habema akan berkoordinasi dengan Polri dan melakukan pengejaran terhadap kelompok OPM yang terlibat dalam penembakan ini,” ujar Wirya dalam keterangannya. Diduga kuat, para pelaku telah melarikan diri ke dalam wilayah hutan sesaat setelah melancarkan aksinya.
Bantahan Kaitan dengan Kunjungan Wapres
Peristiwa penembakan ini terjadi bersamaan dengan rangkaian kunjungan kerja Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, ke wilayah Papua yang berlangsung pada 20-22 April 2026. Namun, Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, dengan tegas membantah adanya kaitan antara insiden tersebut dengan agenda kenegaraan.
“Terima kasih Pak Wakil Presiden sudah datang ke Yahukimo. Di sini saya tegaskan, kejadian penembakan tidak ada kaitan atau hubungan dengan kunjungan Wakil Presiden,” kata Didimus pada Kamis (23/4/2026).
Bupati Didimus juga mengklarifikasi status korban. Ia membantah kabar yang menyebut Yemis Yohame sebagai Sekretaris Pribadi (Sekpri) Wakil Bupati. Namun, ia membenarkan bahwa korban adalah putra daerah yang memiliki hubungan kekeluargaan dekat dengan pimpinan daerah.
“Pemerintah meminta semua pihak tidak terburu-buru menyimpulkan apakah pelaku berasal dari kelompok TPNPB, TNI, Polri maupun kelompok lainnya sebelum ada hasil penyelidikan resmi,” tambah Bupati Didimus.
Rentetan Aksi KKB di Yahukimo
Sebelum insiden penembakan ASN ini, KKB Kodap XVI/Yahukimo juga dilaporkan telah melakukan serangkaian aksi kekerasan lainnya. Pada Rabu (15/4/2026), KKB dilaporkan menyerang Satgas Operasi Damai Cartenz dan Polres Yahukimo di Kampung Samboga, Distrik Seredala.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menjelaskan bahwa kontak tembak terjadi selama kurang lebih 30 menit di jalur Trans-Papua. “Serangan tersebut dilakukan dari dua arah berbeda, yakni sisi kanan dan kiri jalan,” ungkap Yusuf.
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam kontak tembak tersebut, aparat berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang ditinggalkan pelaku di lokasi kejadian. Barang bukti tersebut meliputi:
- 1 buah stripper clip (alat pengisi amunisi)
- Alat tajam dan noken
- Ponsel (handphone)
- Pakaian
Saat ini, situasi di Kota Dekai dilaporkan tetap kondusif. Masyarakat diimbau untuk tidak terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial dan mempercayakan penanganan kasus ini sepenuhnya kepada pihak kepolisian.
Ikuti Akses.co.id
