Megapolitan

Sopir Angkot Pecahkan Kaca Mobil Lain di Jaktim, Polisi Dorong Restorative Justice

Advertisement

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepolisian Sektor Ciracas, Jakarta Timur, akan mengupayakan penyelesaian kasus perusakan kaca mobil yang dilakukan oleh seorang sopir angkot melalui jalur restorative justice atau keadilan restoratif. Keputusan ini diambil mengingat korban perusakan belum membuat laporan resmi ke kepolisian.

Kepala Unit Reskrim Polsek Ciracas, AKP Hotman Capandi, menyatakan bahwa langkah restorative justice akan diutamakan apabila korban tidak memiliki keinginan untuk melaporkan kejadian tersebut. “Sementara kita akan lakukan restorative justice nanti rencana bila memungkinkan si pelapor atau si korban ini tidak berkehendak untuk melaporkannya. Tapi kalau dia (korban) menuntut, ya terpaksa kita proses sesuai dengan hukum yang berlaku,” ujar Hotman dalam konferensi pers di Polsek Ciracas, Kamis (23/4/2026).

Peristiwa yang terekam video dan beredar luas di media sosial ini terjadi di Jalan Tanah Merdeka, Ciracas, pada Selasa (21/4/2026). Sopir angkot 019 jurusan Depok-Terminal Kampung Rambutan tersebut dilaporkan memecahkan kaca mobil pengemudi lain dengan tangan kosong.

Advertisement

Menurut penjelasan AKP Hotman, pelaku tidak berada di bawah pengaruh alkohol saat melakukan perusakan. Motif di balik tindakan tersebut adalah kekesalan sopir angkot terhadap pengendara mobil yang dianggapnya memicu insiden. “Karena kesal aja dia terkait dia muter itu melawan arus sebenarnya. Jadi yang dari mobil L300 itu merasa ‘ini udah ngelawan arus tapi ngotot’, kan gitu. Akhirnya terjadi kejar-kejaran sampai berujung di depan Lotte Mart tiba-tiba angkot ini malah memalang mobil,” imbuhnya.

Video insiden yang diunggah akun Instagram @jabodetabek24info menunjukkan detik-detik sopir angkot memukul kaca mobil hingga pecah. Berdasarkan narasi dalam video, cekcok berawal dari aksi sopir angkot yang berkendara melawan arah hingga nyaris menyebabkan tabrakan. Korban sempat menegur pelaku, namun justru mendapat reaksi marah yang berujung pada perusakan.

Advertisement