— JAKARTA, KOMPAS.com – PT Polymindo Permata, melalui lini bisnis barunya Viro, resmi memasuki segmen konstruksi modular premium dengan meluncurkan ViroFab di ajang ARCH:ID 2026 yang berlangsung di ICE BSD City, Tangerang Selatan, pada 23-26 April 2026. Langkah ini menandai pergeseran strategis perusahaan dari sekadar penyedia material bangunan spesialis menjadi pemain dalam sistem konstruksi terintegrasi.

Sebagai perwujudan konkret dari sistem ViroFab, Viro memamerkan unit TenuNyaman. Bangunan ini merupakan proyek perdana dari kategori Virocroft, yang dirancang khusus untuk segmen bungalow mewah. Kehadiran TenuNyaman bertujuan mendemonstrasikan kapabilitas metode konstruksi modular dalam menghasilkan bangunan berkelas tinggi dengan tingkat presisi yang akurat.

Perjalanan Viro tidak terlepas dari rekam jejak PT Polymindo Permata yang telah malang melintang di industri material bangunan sejak 1985. Pengalaman puluhan tahun dalam memahami _building codes_ dan standar pengujian material kini diintegrasikan ke dalam sebuah ekosistem bangunan yang utuh.

“ViroFab adalah langkah logis bagi kami. Setelah puluhan tahun membangun keahlian pada material konstruksi, kini kami membawa disiplin tersebut ke dalam sistem bangunan modular yang lebih terintegrasi,” ujar Johan Young, Executive Vice President PT Polymindo Permata, dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com pada Sabtu, 25 April 2026.

Kepastian Kualitas, Anggaran, dan Waktu

ViroFab dikembangkan untuk menjawab tantangan pembangunan konvensional di Indonesia melalui tiga pilar utama: kepastian kualitas, anggaran, dan waktu. Sistem fabrikasi yang dilakukan di pabrik memungkinkan kontrol kualitas yang ketat, sesuai dengan standar ISO 9001.

Dari sisi anggaran, ViroFab mengeliminasi potensi biaya tak terduga karena harga proyek sudah terkunci sesuai kontrak awal. Sementara itu, efisiensi waktu menjadi keunggulan signifikan, mengingat 70 hingga 90 persen proses konstruksi diselesaikan di fasilitas pabrik, sehingga mempercepat tahapan pengerjaan di lokasi.

Johan Young menegaskan bahwa TenuNyaman menjadi bukti nyata implementasi ViroFab. Proyek ini membuktikan bahwa teknologi prefabrikasi mampu mewujudkan desain eksklusif yang sebelumnya kerap diasosiasikan hanya dengan konstruksi manual.

“TenuNyaman hadir sebagai bukti nyata bahwa _luxury prefab modular building_ bisa diwujudkan dengan kualitas tinggi, desain eksklusif, dan eksekusi presisi,” tambah Johan.

Dalam pengerjaan unit TenuNyaman, Viro menggandeng Grain and Green sebagai perancang arsitektur dan interior. Proyek ini dipimpin oleh Principal Jeffrey Budiman dan Arsitek Fei Efendy.

Spesifikasi untuk Iklim Tropis dan Rencana Ekspansi

Produk perdana Virocroft dirancang untuk konfigurasi satu hingga dua lantai dengan luasan maksimal 200 meter persegi. Segmen pasar yang dituju adalah pengembang resort tropis di destinasi wisata seperti Labuan Bajo, Sumba, dan Lombok.

Struktur bangunan Virocroft menggunakan rangka baja ringan galvanis (_light gauge steel_) yang dirancang tahan terhadap korosi dan guncangan gempa. Seluruh panel sistem yang digunakan telah melalui pengujian standar internasional, termasuk ASTM, EN, dan BS.

“Desain Virocroft ditujukan untuk iklim tropis Indonesia, termasuk kawasan pesisir dengan kelembapan tinggi dan paparan garam laut,” tegas Johan.

Setelah Virocroft, Viro berencana meluncurkan Viroalta, sebuah kategori vila dua lantai dengan luasan 300 hingga 500 meter persegi, yang akan diperkenalkan di Bali pada Agustus 2026. Selanjutnya, kategori Virolux akan hadir sebagai hunian mewah utama dengan kapasitas hingga empat lantai dan luasan di atas 500 meter persegi.

Saat ini, Virocroft telah memasuki tahap pemasaran dengan sistem kustomisasi yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik setiap proyek. Selain menampilkan unit TenuNyaman di ARCH:ID 2026, Viro juga tengah mempersiapkan ruang pamer permanen di Open Door, Alam Sutera, yang ditargetkan selesai pada kuartal ketiga 2026.

“TenuNyaman menjadi titik awal yang membuka perspektif baru bahwa masa depan pembangunan dapat dilakukan lebih cepat dan presisi tanpa mengorbankan estetika,” pungkas Johan.