Akses.co.id — SLEMAN – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, memicu keluhan dari siswa hingga orang tua. Sorotan utama tertuju pada perbedaan tingkat kesulitan soal yang dirasakan tidak merata antar peserta.
Sejumlah siswa melaporkan menerima soal dengan tingkat kerumitan yang jauh melampaui kemampuan mereka, bahkan mencakup materi yang belum pernah diajarkan. Disti, siswa kelas 6 SD di Sleman, mengungkapkan pengalamannya.
“Menurutku materi yang belum pernah aku pelajari, sebelumnya. Nah kata teman-temanku yang lainnya, materinya itu gampang-gampang gitu,” ujarnya, dikutip dari Tribun Jogja, Kamis (23/4/2026).
Disti menilai sistem pengacakan soal dalam TKA menciptakan pengalaman ujian yang berbeda bagi setiap siswa. Ia berpendapat bahwa kondisi ini tidak adil, terutama ketika materi yang diterima siswa lain jauh lebih ringan.
“Jadi (merasa) gak adil. Karena ada temanku yang misalnya gak dapat Luas, sedangkan aku dapat materinya Luas yang susah banget gitu,” katanya.
Keluhan serupa juga datang dari para orang tua. Ita, salah seorang wali murid, menceritakan anaknya kesulitan menjawab sejumlah soal karena tingkat kesulitannya yang tinggi.
“Kemarin ikut Matematika, ada 30 soal, yang bisa dijawab 25 soal, yang 5 soal nggak dijawab. Katanya susah, bingung, ada yang belum diajarkan juga. Malah katanya ada materi SMP juga,” ungkapnya pada Kamis (23/4/2026).
Ita menekankan bahwa perbedaan tingkat kesulitan soal ini menimbulkan ketidakadilan. Ia menambahkan, banyak siswa yang menangis karena tidak mampu menyelesaikan soal-soal tersebut.
“Ya merasa nggak adil to, kalau dapat yang sulit yang nilainya pasti jelek. Ada juga yang sampai menangis karena tidak bisa mengerjakan. Ya kasihan to yang dapat soal sulit. Apalagi hasil TKA ini kan juga dipakai untuk mendaftar SMP,” lanjutnya.
Soal Matematika Disebut Mirip Olimpiade
Mata pelajaran Matematika menjadi salah satu fokus keluhan terkait tingkat kesulitan soal. Shinta Hera Natalia, guru SD Karitas, membenarkan adanya keluhan tersebut dari para siswanya.
“Nggih, (murid mengeluh soalnya susah) terutama matematika, soalnya seperti mau mengikuti olimpiade,” ujar dia.
Shinta menjelaskan bahwa sistem Computer Based Test (CBT) dengan pengacakan soal menyebabkan setiap siswa menerima set soal yang berbeda.
Tipe Soal Memberatkan
Kepala SD Negeri Sinduadi 1, Haryanto, menambahkan bahwa keluhan juga terkait dengan tipe soal yang digunakan. Ia menyebutkan bahwa soal matematika dari pusat, khususnya tipe MCMA, memiliki penskoran dan bobot yang memberatkan.
“Keluhan hampir sama terkait soal, khususnya soal matematika dari pusat, soal tipe MCMA memang penskoran dan bobot sangat memberatkan,” kata Haryanto.
Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Sleman, Rira Meuthia, menjelaskan bahwa pelaksanaan TKA mengacu pada kebijakan dari pemerintah pusat.
“Adapun kontribusi soal yang diberikan daerah pada soal yang diujikan pada pelaksanaan TKA, ditentukan oleh Panitia TKA Pusat (Kemendikdasmen),” jelas Rira.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul TKA SD di Sleman Tuai Keluhan: Soal Dinilai Susah, Disebut Mirip Hendak Olimpiade dan Sejumlah Orangtua Siswa di Sleman Keluhkan Bobot Kesulitan Soal TKA SD yang Tak Sama: Tidak Adil.
Ikuti Akses.co.id
